Timnas Basket Indonesia Gagal menutup Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 dengan Kemenangan.

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 24 Februari 2025 | 00:11 WIB
Pemain Timnas Basket Indonesia, Yudha Saputera membawa bola di lanjutan kualifikasi FIBA Asia Cup 2025, melawan Korea di Indonesia Arena, Jakarta, 23 Februari 2025.
Pemain Timnas Basket Indonesia, Yudha Saputera membawa bola di lanjutan kualifikasi FIBA Asia Cup 2025, melawan Korea di Indonesia Arena, Jakarta, 23 Februari 2025.

SportlinkNews - Timnas Basket Indonesia gagal menutup Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 dengan kemenangan.

Pada pertandingan yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 23 Februari 2025, Indonesia kembali kandas 63-90 atas Korea.

Indonesia pun menyelesaikan kualifikasi ini dengan tanpa kemenangan satu pun di Grup A.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran : PSSI Cari Dukungan Anggaran dari Private Sector

Indonesia pun mengakhiri kualifikasi ini di posisi juru kunci setelah menelan enam kekalahan dari enam pertandingan.

Setelah kekalahan dari Australia, pada laga 20 Februari lalu di kandang lawan, Indonesia memastikan diri tersingkir dari persaingan FIBA Asia Cup 2026.

Korea langsung tampil agresif di dua kuarter pertama. Sebaliknya, permainan lawan yang agresif membuat Indonesia keteteran meladeninya.

Baca Juga: PSSI Akan Investigasi Kompetisi Liga 2 2024/2025, FIFA Kirim Alarm untuk Beberapa Gim

Hingga membuat banyak turn over. Tercatat dalam dua kuarter ini ada 26 kali turn over yang dilakukan punggawan Garuda.

Di mana 16 kali diantaranya terjadi di kuarter pertama. Kesalahan itu membuat lawan bisa memperoleh tambahan angka 17 poin untuk unggul 49-24.

Permainan Indonesia membaik di dua kuarter terakhir. Momen kebangkitan datang setelah Yudha Saputera sukses melesakkan tembakan tiga angka di lima menit terakhir pertandingan.

Baca Juga: Ganda Putra No.1 China Liang/Wang Dipisah Sementara, Fokus Hadapi Liga Super

Permainan cepat agresif pun lantas ditunjukkan oleh Timnas. Sayangnya, meski serangan mulai bisa mengalir, tetapi defense Timnas masih kurang bagus.

Korea masih mampu menembus area paint Timnas hingga menghasilkan cukup banyak angka dari bawah keranjang. Indonesia semakin tertinggal 47-74 di kuarter ketiga.

Mencoba mengejar di kuarter terakhir, tetap gap angka yang terlalu jauh sulit untuk dijangkau. Meskipun Korea mulai menurunkan pemain cadangannya, tetapi mereka tetap produktif dalam menghasilkan angka.

Baca Juga: Delapan Tim Meluncur Mulus ke Laga Final Four Proliga 2025

Korea memperoleh 17 poin di kuarter terakhir ini, sementara Indonesia mencetak 16 poin. Tim tamu pun mengakhiri pertandingan ini dengan kemenangan.

Muhammad Arighi dan Abraham Damar jadi penyumbang poin terbanyak bagi Indonesia. Mereka mencetak angka kembar dengan masing-masing 13 poin.

Di kubu lawan, Lee Woosuk jadi bintang kemenangan Korea dengan raihan 13 poin. Di belakang menyusul, An Youngjun dan Yungi Ha yang sama-sama menghasilkan 10 poin.

Meski kalah, tetapi Pelatih Tim Nasional Indonesia, Johannis Winar menilai ada hal positif yang bisa diambil di laga ini. Parapemain timnas bisa membuktikan jika mereka juga bisa bersaing.

Baca Juga: Gagal di Piala Asia U20 2025, PSSI Copot Indra Sjafri Sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia U20

"Buktinya di dua kuarter terakhir, para pemain bisa 'fight' melawan," ucapnya.

"Saya maunya mereka dari awal energinya seperti yang keluar di kuarter ketiga dan keempat. Tapi, setidaknya sisi positifnya, saya lihat bahwa kita bisa bersaing, tinggal bagaimana kepercayaan diri pemain itu tumbuh dari awal," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa parapemain telah ditekankannya, bahwa bila mereka bisa menangani tekanannya, bisa mengatasi physicality-nya, mereka bisa bermain.

"Dan ternyata mereka mampu. Kita seharusnya bisa memulai lebih baik, ini pekerjaan rumah bagi kami," tambahnya.

Baca Juga: Bruno Fernandes Bela Ruben Amorim Usai Kritik Pedas terhadap Manchester United

"Saya ingin parapemain harus bisa merubah mindsetnya, dari awal kita harus mau bertaruh," imbuh pelatih yang akrab disapa Ahang ini.

Sementara itu, Pelatih Tim Korea Joon Ho An memberikan apresiasi kepada Yudha Saputera yang dinilainya bermain sangat bagus di laga ini.

Yudha dinilainya mampu mengangkat permainan Timnas pada saat tertinggal dan melakukan perlawanan. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X