SportlinkNews - Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Djordje Jovicic setelah kompetisi IBL GoPay 2026 berakhir.
Keputusan itu diambil seiring habisnya masa kontrak pelatih asal Serbia tersebut, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh tim menghadapi musim berikutnya.
Djordje mulai menangani Satria Muda sejak 1 Desember 2025. Dalam satu musim kepemimpinannya, ia membawa tim finis di posisi kedua klasemen akhir musim reguler sebelum langkah mereka terhenti di babak semifinal.
Baca Juga: Indonesia Awali Kejuaraan Asia Junior 2026 (Individu) dengan Tiga Kemenangan
Selama memimpin Satria Muda, Djordje mencatatkan 17 kemenangan dan tujuh kekalahan dari 24 pertandingan atau memiliki persentase kemenangan sebesar 70,8 persen.
Meski mampu menjaga tim tetap berada di papan atas, hasil tersebut belum memenuhi target utama yang telah disepakati bersama manajemen, yakni merebut gelar juara IBL.
Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan Djordje sepanjang musim.
Baca Juga: Bos Aprilia Perintahkan Marco Bezzecchi untuk Berlibur, Massimo Rivola: Dia Perlu Istirahat
"Coach Djordje telah memberikan dedikasi, profesionalisme, dan totalitas yang luar biasa selama bersama Satria Muda," kata Youbel.
"Kami mengapresiasi kontribusinya dalam membawa tim menutup regular season di peringkat kedua dan melaju hingga babak semifinal IBL GoPay 2026."
Menurutnya, kehadiran Djordje juga memberikan warna baru dalam proses pembinaan tim, terutama melalui pendekatan kepelatihan dan standar profesional yang diterapkan selama persiapan maupun kompetisi.
Baca Juga: Yohanes Saut Tinggalkan Pelatnas, PBSI Hormati Keputusan Berkarier Profesional
Namun, Youbel menegaskan sejak awal musim kedua belah pihak telah memiliki kesamaan target, yaitu membawa Satria Muda kembali menjadi juara IBL.
Karena sasaran tersebut tidak tercapai, manajemen dan Djordje sepakat mengakhiri kerja sama setelah kontrak berakhir.
"Sejak awal musim, kami dan Coach Djordje memiliki kesepakatan yang sama bahwa target Satria Muda adalah menjadi juara IBL," tegasnya.
Baca Juga: Mimpi Jadi Kenyataan, Pacar Leonardo DiCaprio Lihat Langsung Aksi Messi
"Target tersebut belum berhasil kami capai setelah langkah tim terhenti di semifinal, maka kami bersama-sama memutuskan untuk mengakhiri kerja sama seiring berakhirnya masa kontrak."
Manajemen kini mulai menyiapkan langkah berikutnya. Satria Muda akan menjalani masa jeda sebelum kembali berkumpul pada akhir Juli untuk menggelar pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi turnamen All Indonesian.
Di saat yang sama, klub juga akan bergerak mencari pelatih baru yang dinilai memiliki karakter dan visi yang sejalan dengan arah pengembangan tim.
Baca Juga: Selebrasi Viking Row Viral di Piala Dunia 2026, Berawal dari Ide Seorang Guru Sekolah Dasar yang Suporter Norwegia
Youbel memastikan evaluasi pascamusim akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek tim.
Pengalaman sepanjang IBL 2026 akan dijadikan bekal untuk membangun skuad yang lebih kompetitif demi mengembalikan Satria Muda ke persaingan perebutan gelar juara pada musim mendatang.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung yang terus memberikan dukungan, perhatian, maupun kritik membangun sepanjang kompetisi berlangsung.
Baca Juga: Jeremy Jacquet Resmi Berseragam Liverpool Siap Jalani Laga Pramusim di Amerika
Menurutnya, manajemen berkomitmen melakukan pembenahan agar mampu memenuhi ekspektasi para pendukung pada musim berikutnya.
Artikel Terkait
Satria Muda Curi Gim 1 Playoff IBL 2026 di Markas Hangtuah
Kunci Kemenangan 2-0, Satria Muda Amankan Tiket Semifinal IBL 2026
Semifinal IBL 2026 Siap Sajikan Duel Panas, Hornbills Tantang Satria Muda
Semifinal IBL 2026: Satria Muda Kena Alarm Semifinal, Djordje Soroti Permainan Terlalu Lunak.
Satria Muda Kandas di Semifinal, Bogor Hornbills Pastikan Tempat di Final IBL 2026