Final IBL 2026 Berakhir di Gim 5, Format Baru Dinilai Tingkatkan Daya Saing

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
Kapten Tim Pelita Jaya Basketball Jakarta, Andakara Prastawa.
Kapten Tim Pelita Jaya Basketball Jakarta, Andakara Prastawa.

SportlinkNews - Final IBL GoPay 2026 dipastikan mencapai laga penentuan setelah Bogor Hornbills sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 atas Pelita Jaya Jakarta di Gim 4, Jumat, 26 Juni kemarin.

Situasi tersebut sekaligus menjadi bukti keberhasilan penerapan format best of five yang pertama kali digunakan pada partai puncak kompetisi bola basket kasta tertinggi Indonesia.

Bogor Hornbills memperpanjang napas dalam perebutan gelar seusai menundukkan Pelita Jaya dengan skor 85-72 pada laga yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Libas Macau China, Indonesia Pastikan Tiket Perempat Final Kejuaraan Asia Junior 2026

Kemenangan itu memaksa kedua tim kembali bertemu pada Gim 5 yang akan digelar di PJ Arena, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026, untuk menentukan juara musim ini.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menilai perubahan format final mampu menghadirkan persaingan yang jauh lebih menarik.

Menurutnya, kesempatan bermain hingga maksimal lima pertandingan membuat kedua tim memiliki ruang lebih besar untuk menunjukkan kualitas terbaik.

Baca Juga: Bermain Imbang Mesir Dampingi Belgia ke Babak 32 Besar, Iran Harap-harap Cemas

"Alhamdulillah. Dengan format best of five yang baru ini, kedua tim benar-benar menunjukkan kualitasnya," ungkapnya.

Ia melihat final musim ini berjalan sesuai harapan. Kedua tim mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang masing-masing sehingga saling membalas kemenangan dan membuat perebutan trofi harus ditentukan pada pertandingan terakhir.

"Kedua tim sama-sama mampu memaksimalkan keuntungan bermain di kandang. Final yang berlanjut hingga Gim 5 menjadi bukti bahwa keduanya merupakan tim terbaik musim ini," tuturnya.

Baca Juga: Usai Raih Hattrick Super League Asisten Pelatih Fisik Miro Petric Tinggalkan Persib

Junas mengungkapkan, pada musim-musim sebelumnya partai final kerap selesai lebih cepat sehingga tensi persaingan tidak sepanjang musim ini. Karena itu, format baru dinilai berhasil memberikan nilai tambah bagi kompetisi.

"Pada musim-musim sebelumnya, final sering kali sudah selesai dalam tiga gim. Dan ternyata terbukti, final benar-benar berjalan hingga pertandingan terakhir," ujarnya.

Selain menyoroti sengitnya persaingan di final, Junas juga menilai kualitas kompetisi IBL terus mengalami peningkatan.

Baca Juga: Cetak Gol Sundulan, Vinicius Jr Menang Taruhan dengan Carlo Ancelotti

Salah satu indikatornya adalah bergantinya tim juara dalam empat musim terakhir, mulai dari Satria Muda pada 2022, Prawira Bandung pada 2023, Pelita Jaya pada 2024, hingga Dewa United Banten pada 2025.

"Bahkan dalam empat musim terakhir, juaranya juga selalu berganti. Menurut saya, hal itu menunjukkan tingkat kompetitif liga semakin tinggi," ucapnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan Bogor Hornbills yang mampu menembus final pada musim kelimanya berkompetisi di IBL.

Baca Juga: Siasat Transfer Real Madrid, Manfaatkan Klausul Nico Paz untuk Keruk Keuntungan Fantastis

Menurut Junas, pencapaian tersebut membuktikan bahwa setiap klub memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan bersaing memperebutkan gelar juara.

"Bogor Hornbills, misalnya, pada musim kelimanya di IBL sudah mampu menembus partai final. Ini memberikan harapan bagi kota-kota lain, para penggemar, maupun klub-klub peserta bahwa peluang untuk mencapai level tertinggi selalu terbuka," tukasnya menambahkan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: IBL Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X