SportlinkNews - Pelita Jaya Jakarta tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama saat menghadapi Gim 2 Final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 melawan Bogor Hornbills, Minggu, 21 Juni, di PJ Arena, Jakarta.
Meski berhasil mengamankan kemenangan pada gim pembuka, pelatih David Singleton menegaskan timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam waktu singkat.
Singleton menilai kemenangan pada Gim 1 diraih melalui perjuangan keras setelah timnya sempat kesulitan menghadapi sejumlah penyesuaian taktik yang dilakukan Bogor Hornbills.
Baca Juga: Pantai Gading Jadi Tolok Ukur Kekuatan Jerman di Piala Dunia 2026
Menurutnya, Pelita Jaya sebenarnya tampil cukup baik dalam menjaga area paint pada babak pertama. Namun, tim lawan mampu memanfaatkan beberapa peluang tembakan tiga angka yang tidak berhasil diantisipasi dengan sempurna.
Masalah berbeda muncul setelah jeda pertandingan. Pelita Jaya mulai lebih baik dalam menutup ruang tembakan perimeter, tetapi justru memberikan terlalu banyak celah di area bawah ring.
"Itu bukan karakter pertahanan tim kami. Kami harus memberikan kredit kepada mereka karena bermain sangat baik, tetapi standar pertahanan kami seharusnya jauh lebih baik daripada yang kami tunjukkan," kata Singleton.
Baca Juga: Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Arda Guler Sampaikan Permohonan Maaf
Pelatih asal Amerika Serikat itu mengakui Bogor Hornbills datang dengan persiapan matang dan sejumlah penyesuaian taktik yang sempat membuat timnya kesulitan beradaptasi.
Ia menilai persoalan utama bukan terletak pada pemahaman strategi, melainkan kesalahan komunikasi dan penugasan pemain di lapangan.
Karena itu, fokus utama Pelita Jaya menjelang Gim 2 adalah memperbaiki koordinasi pertahanan agar tidak kembali memberikan ruang yang terlalu mudah bagi lawan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Beberkan Strategi Khusus Redam Tekanan di Persija Jakarta
Singleton menyoroti perubahan positif yang mulai terlihat pada kuarter keempat Gim 1. Saat itu, Pelita Jaya mampu mencatatkan beberapa stop penting secara beruntun yang membuat Hornbills kesulitan menambah angka.
Menurutnya, penyesuaian yang dilakukan sepanjang pertandingan mulai menunjukkan hasil, baik di sisi serangan maupun pertahanan.
Pengalaman dari Gim 1 akan menjadi bekal penting untuk mempersiapkan strategi menghadapi pertemuan kedua.
Baca Juga: Adukan Wasit ke FIFA, Aljazair Protes Lionel Messi Lolos Kartu Merah
"Esensi pertandingan pertama dalam sebuah seri final adalah melihat apa yang dilakukan lawan, memahami pendekatan mereka, lalu melakukan penyesuaian. Kami sudah mendapatkan gambaran itu," tuturnya.
Selain memperbaiki pertahanan, Singleton juga berharap kontribusi pemain pelapis kembali menjadi faktor penting.
Ia memberikan apresiasi kepada Jeff Withey dan Vincent Kosasih yang mampu memberikan energi serta menit bermain berkualitas ketika tim membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Kartu Merah Akibat 'Prestianni Law'
Meski puas dengan mentalitas para pemain yang mampu bangkit dari tekanan dan membalikkan keadaan, Singleton menegaskan Pelita Jaya tidak ingin kembali berada dalam posisi tertinggal pada Gim 2.
"Masih banyak hal yang harus kami perbaiki dan semua orang menyadarinya. Kami akan menerima kemenangan ini, tetapi dalam 48 jam ke depan kami harus melakukan evaluasi dan perbaikan secara agresif agar siap untuk pertandingan berikutnya," tegasnya.
Artikel Terkait
Revans Tuntas! Pelita Jaya Singkirkan Dewa United dan Melaju ke Final IBL 2026
Pelita Jaya Waspadai Konsistensi Bogor di Final IBL 2026
Pelita Jaya Cari Cara Redam Tibideaux di Final IBL 2026
Caesar: Kunci Lawan Pelita Jaya Ada di Momen Penentuan
Final IBL 2026: Pelita Jaya Selamat dari Kekalahan, Tundukkan Hornbills Lewat Overtime