SportlinkNews - Pelita Jaya Basketball Jakarta memperlihatkan kualitas pertahanannya sebagai salah satu yang terbaik di IBL GoPay 2026 saat menaklukkan Bogor Hornbills pada Gim 3 final di GOR Laga Tangkas, Bogor, Rabu, 24 Juni 2026.
Bermain di kandang lawan, tim asuhan David Singleton itu tidak hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga berhasil meredam produktivitas Hornbills sejak awal pertandingan.
Kunci keberhasilan Pelita Jaya terlihat jelas dari statistik babak pertama.
Baca Juga: Red Bull Next Gen Cari Talenta Indonesia dari Semua Cabang Olahraga
Hornbills dipaksa hanya mencetak 28 poin hingga turun minum, sementara Pelita Jaya membangun keunggulan 40-28 melalui permainan yang lebih efisien di kedua sisi lapangan.
Pertahanan rapat yang diterapkan Pelita Jaya membuat tuan rumah kesulitan menemukan ritme serangan.
Dalam dua kuarter pertama, Hornbills hanya mampu memasukkan delapan tembakan dari 30 percobaan atau mencatat akurasi sekitar 27 persen.
Baca Juga: Pembalap McLaren Lando Norris Resmi Jadi Penghuni Madame Tussauds London
Sebaliknya, Pelita Jaya tampil lebih efektif dengan 16 tembakan masuk dari 33 percobaan, termasuk lima tembakan tiga angka yang menjadi pembeda.
Dominasi tim ibu kota juga terlihat di area paint. Pelita Jaya mengoleksi 16 poin dari sektor tersebut, dua kali lipat lebih banyak dibanding Hornbills yang hanya menghasilkan delapan poin.
Strategi menutup akses ke area dalam membuat para pemain tuan rumah kesulitan mendapatkan peluang mudah dan dipaksa melepaskan tembakan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Baca Juga: Erling Haaland Tak Masalah Norwegia Dikalahkan Prancis
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari perubahan komposisi pemain yang dilakukan Singleton. Muhammad Arighi yang dipercaya masuk starting five mampu mengganggu alur permainan Hornbills, terutama dalam proses distribusi bola.
Kehadirannya membuat Antoni Erga tidak leluasa mengatur tempo permainan sehingga serangan tuan rumah menjadi lebih mudah diprediksi.
Di saat yang sama, perubahan itu juga memberi ruang lebih besar bagi Perrin Buford untuk bergerak tanpa bola. Situasi tersebut dimanfaatkan Pelita Jaya untuk menciptakan sejumlah peluang terbuka, terutama dari luar garis tiga angka.
Baca Juga: Persebaya Gandeng Mayapada Hospital Surabaya sebagai Official Medical Partner untuk Super League 2026/27
Setelah kuarter pertama berjalan ketat dan ditutup dengan keunggulan 17-12, Pelita Jaya mulai mengambil kendali penuh pada kuarter kedua.
Empat tembakan tiga angka yang bersarang ke ring Hornbills membuat jarak kedua tim melebar hingga dua digit angka dan menjadi fondasi keunggulan yang terus terjaga hingga akhir laga.
Disiplin permainan juga menjadi faktor penting dalam kemenangan Pelita Jaya.
Baca Juga: Bungkam Kritik Lewat Performa Gemilang, Cristiano Ronaldo Soroti Standar Ganda Publik
Jika pada Gim 2 mereka melakukan 22 turnover, kali ini jumlah kesalahan berhasil ditekan drastis menjadi hanya tujuh turnover sepanjang pertandingan. Sebaliknya, sembilan turnover Hornbills mampu dikonversi Pelita Jaya menjadi 14 poin.
Keunggulan statistik lainnya turut memperlihatkan dominasi tim tamu.
Pelita Jaya mencatat 24 points in the paint, 13 second chance points, dan 10 fast break points, angka-angka yang menunjukkan efektivitas mereka dalam memanfaatkan setiap peluang.
Baca Juga: Sah! Pedro Acosta Tunggangi Ducati untuk Musim Balap MotoGP 2027-2028
Artikel Terkait
Final IBL 2026: Pelita Jaya Selamat dari Kekalahan, Tundukkan Hornbills Lewat Overtime
Final IBL 2026: Bidik Kemenangan Kedua, Pelita Jaya Benahi Kekurangan Jelang Gim 2
Hornbills Bidik Kebangkitan di Gim 2 Final IBL 2026 Usai Kekalahan Dramatis
Jelang Gim 3 Final IBL 2026: Hornbills Pertahankan Benteng, Pelita Jaya Bawa Rekor Tandang Sempurna
Pelita Jaya Curi Gim 3 di Bogor, Tinggal Selangkah Menuju Gelar IBL 2026