SportlinkNews - Shai Gilgeous-Alexander kembali menjadi sorotan saat Oklahoma City Thunder (53-12) menghadapi tantangan berat melawan Boston Celtics (47-18) dalam duel yang mempertemukan dua tim terbaik NBA, Rabu, 12 Maret 2025, waktu setempat.
Pasalnya, peran Shai tidak hanya sebagai mesin pencetak angka, tetapi juga sebagai benteng pertahanan utama Thunder. Disitu lah ujian sebenarnya untuk Shai.
Gilgeous-Alexander telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kandidat MVP musim ini dengan mencatatkan rata-rata 32,7 poin per pertandingan, dia saat ini yang terbaik di liga.
Namun, dampaknya pada sisi pertahanan juga tidak bisa diabaikan.
Ia menempati peringkat ketiga dalam steal per game (1,8 spg) dan menjadi satu-satunya pemain yang masuk lima besar dalam offensive rating (122,2) serta defensive rating (105,3).
Ini membuktikan betapa vitalnya perannya bagi Oklahoma City.
Ketika kedua tim bertemu pada 5 Januari lalu, Shai mencetak 33 poin dan 11 rebound, memimpin Thunder meraih kemenangan 105-92 dan memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi 15 laga.
Baca Juga: IBL Bubble 2021: Mengenang Titik Terendah Kompetisi Bola Basket Nasional
Sejak saat itu, baik Thunder (24-7) maupun Celtics (21-9) terus menunjukkan performa impresif, menjadikan duel ini semakin menarik untuk disaksikan.
Namun, ujian sebenarnya bagi Shai adalah bagaimana ia mampu menahan serangan agresif Boston, yang terkenal dengan tembakan tiga angkanya.
Celtics telah mencetak setidaknya 13 tembakan tiga angka per pertandingan dalam lima laga terakhir, termasuk 23 tembakan tiga angka saat mengalahkan Portland.
Pertahanan Shai akan menjadi faktor kunci dalam membatasi akurasi tembakan Boston.
Baca Juga: Resmi, Milan dan Inter Ajukan Penawaran untuk Membeli San Siro
Selain itu, Gilgeous-Alexander adalah motor dari sistem pertahanan Thunder yang sangat efektif.
Oklahoma memimpin NBA dalam jumlah steal per game (10,7), serta menahan lawan untuk mencetak poin paling sedikit dari turnover (13 ppg) dan fastbreak (12,3 ppg).
Kontribusinya membantu Thunder mengubah pertahanan menjadi serangan cepat, yang sering kali menjadi kunci kemenangan mereka.
Statistik menunjukkan bahwa kehadiran Shai di lapangan membuat perbedaan besar.
Baca Juga: Liverpool Kandas di Liga Champions, Darwin Nunez Tidak Bisa Disalahkan
Saat ia bermain, Oklahoma memiliki offensive rating sebesar 122.2, tetapi saat ia duduk, angka itu turun drastis menjadi 107.7.
Ditambah dengan nilai plus/minus +12,1 lebih tinggi daripada tim mana pun di NBA kecuali Thunder sendiri (+12,6). Sehingga Shai jelas menjadi penentu kemenangan bagi timnya.
Dalam pertandingan nanti, Celtics pasti akan mencari cara untuk lebih efektif melawan pertahanan Shai.
Baca Juga: NOC Indonesia Ajukan Proposal Bidding Youth Olympic 2030 ke IOC
Karena dalam pertemuan sebelumnya, mereka hanya berhasil menembak 19,6% dari luar 'bow' (9 dari 46 percobaan).
Jika Gilgeous-Alexander mampu mempertahankan performa defensifnya, Thunder punya peluang besar untuk kembali mengamankan kemenangan dan mempertegas dominasi mereka di musim ini.
Artikel Terkait
Skill Challenge NBA 2025 Milik Cavaliers. Green Gagal, Warriors Harus Puas Jadi Runner-up
Nikola Jokić Rebut Puncak Klasemen MVP NBA 2025, Salip Shai Gilgeous-Alexander
Cleveland Cavaliers Rebut Tiket Playoff NBA 2025, Perpanjang Kemenangan Beruntun ke-12
Shai Gilgeous-Alexander vs Nikola Jokić: Pertarungan Sengit Menuju MVP NBA 2025
LeBron James Cedera, Lakers Hadapi Tantangan Berat di Akhir Musim Reguler NBA 2025