SportlinkNews - Houston Rockets berhasil mengatasi tekanan dalam mempertahankan peluang di playoff NBA 2025.
Dengan kepemimpinan Fred VanVleet yang tenang, mereka berhasil memaksakan digelarnya Gim 7 usai kemenangan 115-107 atas Golden State Warriors, Jumat, 3 Mei 2025, waktu setempat, di Chase Center.
Dalam permainan bertensi tinggi, VanVleet mengambil alih dengan tekanan permainan.
Ia memulai kuarter keempat dengan sebuah tembakan tiga angka plus pelanggaran yang mematikan momentum Warriors, sehingga dirinya bisa mendorong laju Houston menjadi 20-5.
Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Petakan Kekuatan Lawan, Indonesia Bidik Poin dari Tiga Sektor
"Anda kehilangan nyawa di momen seperti itu," ujar Draymond Green dari Warriors, menggambarkan dampak instan yang ditimbulkan VanVleet.
Rockets pun menemukan kembali harapan, berkat kestabilan dan kepemimpinan yang dibawa VanVleet. Sementara lawan, lebih fokus dalam menjaga Jalen Green.
Hasilnya, VanVleet sukses mencetak 25+ poin dalam tiga pertandingan untuk pertama kalinya dalam karier playoff-nya. Menulis ulang sejarah Rockets dengan 18 tripoin dalam rentang tiga laga.
Pelatih Rockets, Ime Udoka pun menegaskan pentingnya peran VanVleet, bukan hanya dalam catatan statistik, tapi juga sebagai penyeimbang ritme tim.
Baca Juga: Gagal Pesta Kemenangan Ribuan Bobotoh Tetap Santuy, Optimis Persib Juara Liga 1 2024/2025
"Dia sangat agresif dan tahu kapan harus melangkah maju. Kombinasi dia dan Jalen Green membuat kami jauh lebih sulit dibaca lawan," ujar Udoka.
Jabari Smith Jr., Dillon Brooks, dan Alperen Sengun pun secara terbuka menyatakan penghormatan mereka akan kontribusi VanVleet dalam tim.
Mereka bahkan menyebutnya sebagai "pemimpin di dalam dan luar lapangan."
Warriors sendiri, yang kini terdesak menuju Gim 7 di Houston, menghadapi tekanan berbeda.
Baca Juga: IBL All Star 2025, Duel Kekuatan Individu vs Kerja Sama Tim
Mereka harus menyesuaikan kembali skema pertahanan mereka yang selama ini terlalu terpusat pada Green, sementara VanVleet tampil merajalela.
Namun mereka tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Berpegangan teguh pada pengalaman panjang mereka di playoff, walaupun kini tekanan berada di pundak mereka.
"Ini bukan hanya tentang mencetak angka," kata VanVleet.
"Ini tentang menjadi jangkar di saat badai datang. Dan saya bangga bisa melakukan itu untuk tim ini."
Artikel Terkait
Kolektivitas, Kunci Kemenangan Cleveland Cavaliers atas Miami Heat di Gim 2 Playoff NBA 2025
Kepala Berdarah, Kristaps Porzingis Tunjukkan Mental Baja di Gim 2 Playoff NBA 2026
Playoff NBA 2025: Pistons Gagal Manfaatkan Momentum, Knicks Curi Kemenangan Dramatis di Detroit
Lumat Heat, Cavaliers Lolos Semifinal Wilayah NBA 2025
Lakers Dipaksa Akhiri Musim NBA 2025 Lebih Awal, Kandas di Tangan Timberwolves di Gim 5 Playoff