SportlinkNews - Berada di ambang sejarah, Indiana Pacers justru tersandung di kandang sendiri pada Gim 4 Final NBA 2025.
Laga yang seharusnya memberikan momen krusial bagi Pacers untuk menambah keunggulan, justru berakhir menjadi malam penuh penyesalan.
Di hadapan 17.000 lebih pendukung fanatik yang memenuhi Gainbridge Fieldhouse, Pacers membiarkan keunggulan kuarter keempat menguap dan kalah 104-111 dari Oklahoma City Thunder, Jumat, 13 Juni 2025, waktu setempat.
Awalnya, segalanya seakan berpihak pada Indiana. Mereka unggul empat poin dengan tiga menit tersisa, memegang kendali permainan, dan lawan mereka, Thunder, tampak kehabisan ide.
Baca Juga: Dampak Konflik Israel-Iran, Inter Milan Krisis Penyerang di Piala Dunia Klub 2025
Namun dalam waktu kurang dari dua menit, pertandingan berbalik total.
Pacers gagal mencetak satu pun tembakan di sisa laga, dan Thunder, yang dipimpin MVP Shai Gilgeous-Alexander comeback seperti godam yang menghantam, menghancurkan ambisi besar tuan rumah.
"Kamu tertinggal tujuh angka di kandang, kamu harus mencari jalan keluar," kata pelatih Pacers Rick Carlisle.
"Tapi sebaliknya, tim kami tidak menemukannya. Kami justru hancur," tukasnya.
Baca Juga: Hasil AVC Nations Cup 2025: Indonesia Menang 3-1 atas Iran di Perebutan Posisi 5
Pada Gim 4 ini, Pacers sempat unggul tujuh poin dengan waktu 10:03 di kuarter keempat, dan masih memimpin 103-99 saat waktu tersisa 3:20.
Namun setelah itu, hanya satu poin tercipta dari tim yang selama ini dikenal sebagai tim kopling paling mematikan di playoff.
Obi Toppin yang tampil panas pun tak mampu menjaga momentum. Tyrese Haliburton dan Bennedict Mathurin kesulitan menciptakan ruang tembak, bahkan tembakan bebas Mathurin yang krusial meleset di saat genting.
Sebaliknya, Thunder yang hanya mencetak 3 dari 17 tembakan tiga angka sepanjang laga, tiba-tiba berubah tajam. Mereka mencetak 9 dari 15 tembakan di kuarter keempat dan mengungguli Pacers 31-17 dalam 12 menit terakhir.
Baca Juga: De Rossi Menjadi Pilihan Utama sebagai Pelatih Baru Parma
Shai Gilgeous-Alexander mencetak 15 dari 35 poinnya di kuarter terakhir ini, termasuk dua tembakan "back to back" yang menghapus keunggulan Pacers dan memberi Thunder keunggulan permanen.
"Ini dimulai dengan bertahan," ujar Gilgeous-Alexander singkat.
Bagi Pacers, kekalahan ini terasa dua kali lebih menyakitkan. Pasalnya, bukan hanya menguapkan kesempatan emas merebut keunggulan 3-1, tetapi juga kehilangan momentum dan keunggulan kandang.
Lebih dari itu, sejarah menunjukkan bahwa peluang seperti ini jarang datang dua kali. Di Final NBA 2000, Pacers kandas melawan dinasti Lakers.
Baca Juga: Emil Audero Bersinar di Timnas Indonesia, tapi Terpinggirkan di Como
Kini, mereka lebih dekat dari sebelumnya. Bila Pacers akan kalah di seri final berikutnya, maka kegagalan di Gim 4 akan menjadi luka yang terus dikenang.
Final kini kembali berimbang 2-2, dan laga kelima akan bergeser ke Oklahoma City untuk Gim 5, Senin, 16 Juni mendatang, waktu setempat.
Ini bisa jadi titik balik sepenuhnya bagi Thunder, dan kini semua tekanan kini ada di Indiana. Memberikan pertanyaan besar yang menggantung: apakah Pacers akan bangkit?
Baca Juga: Persijap Pertahankan 10 Pemain Andalannya untuk Arungi Liga 1 2025/26
Carlisle perlu menemukan kembali energi ofensif dan fokus timnya, khususnya di kuarter akhir. Dengan performa di momen-momen akhir yang mengecewakan di Gim 4 dan tembakan tiga angka yang mengering,
Thunder, di sisi lain, apakah kembali akan menemukan bentuk terbaik mereka di waktu yang paling krusial.
Artikel Terkait
Final NBA 2025: Thunder bertemu Pacers, Ibarat David vs Goliath
OKC Thunder Gagal Kunci Kemenangan, Pacers Menyalip di Menit Akhir Gim 1 Final NBA
Final NBA 2025: Pergerakan Haliburton Sukses Dibatasi, Thunder Beri Perlawanan di Gim 2
Final NBA 2025: Janji Haliburton di Gim 3 Final NBA
Final NBA 2025: Tambah Keunggulan 2-1, Cadangan Pacers Mendominasi Thunder