IBL Serius Garap Grassroot Basket Indonesia, Libatkan Pemain Muda KU 8-10

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 13 September 2025 | 20:05 WIB
IBL berkolaborasi dengan Blackmores  gelar IBL x Blackmores Health and Hoops Clinics yang diikuti 50 pemain KU 8-10 di Dreamcourt, Jakarta, 13 September 2025. (ISTIMEWA)
IBL berkolaborasi dengan Blackmores gelar IBL x Blackmores Health and Hoops Clinics yang diikuti 50 pemain KU 8-10 di Dreamcourt, Jakarta, 13 September 2025. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Indonesian Basketball League (IBL) turut membangun akar rumput bola basket di Indonesia, melalui program IBL x Blackmores Health and Hoops Clinics

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 50 pebasket cilik berusia 8-10 tahun, yang merupakan pemenang kompetisi video basket di media sosial IBL, hasil kolaborasi dengan Blackmores, pada Sabtu, 13 September 2025, di Lapangan Dreamcourt Indonesia.

Coaching clinic ini dipimpin langsung oleh Pelatih Timnas Indonesia, David Singleton dan dibantu oleh dua pemain IBL, dari Pelita Jaya, Yesayas Saudale dan Diftha Pratama dari Hangtuan Jakarta. 

Baca Juga: Jelang Derbi Manchester, Ruben Amorim Klaim Setan Merah Lebih Superior dari The Citizens

Para peserta dilatih dasar-dasar basket mulai dari dribbling, shooting, hingga passing, dan diakhiri dengan sesi game tembakan tiga poin serta free throw yang berhadiah produk kesehatan. 

Singleton menegaskan pentingnya membangun fondasi bola basket sejak usia dini. Menurutnya, tahap inilah yang menjadi fondasi bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan bakat dalam olahraga bola basket.

"Ini hal yang indah. Untuk saya, selalu senang membantu membangun grassroot. Karena di usia inilah sebenarnya minat dan bakat mulai dipupuk, dengan bersenang-senang untuk mengenalkan basket," ujar pelatih asal Amerika Serikat tersebut.

Baca Juga: Bali United Tantang Persija Jakarta, Johnny Jansen Siapkan Kombinasi Gaya Belanda-Indonesia

Singleton menekankan bahwa basket bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Di lapangan, anak-anak belajar bekerja sama, membangun chemistry, hingga menumbuhkan rasa respek kepada lawan.

"Basket adalah olahraga tim, di mana menang dan kalah ditentukan oleh tim. Saya sendiri mulai bermain sejak usia 8 tahun, dan dari basket, saya belajar membangun kepercayaan dengan rekan, dan hingga sekarang saya terus membawa nilai untuk selalu belajar serta memberikan kembali kepada masyarakat," tambahnya.

Melalui pendekatan ini, Singleton optimistis Indonesia bisa melahirkan generasi pemain basket yang tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Eliano Reijnders Senang Debut di Persib Bandung, Siap Hadapi Tantangan Asia

Program coaching clinic di Jakarta adalah yang ketiga dari tujuh rangkaian di berbagai kota. Program ini dimulai pada Mei lalu dari Solo, kemudian Bali, Jakarta, Medan, Tangerang, Bandung, dan diakhiri lagi di Jakarta.

Di setiap kota, akan dipilih satu peserta terbaik yang berhak tampil di event kejutan di ibu kota.

Head of Marketing Blackmores Indonesia, Diana Riaya, menegaskan keseriusan pihaknya dalam mendukung pengembangan bola basket usia dini di Indonesia lewat kolaborasi bersama IBL ini.

Baca Juga: Dukung Kepindahan Valtteri Bottas ke Cadillac F1, Lewis Hamilton: Dia Orang yang Tulus

Menurutnya, program IBL x Blackmores Health and Hoops Clinics tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga wadah stimulasi yang dipadukan dengan nutrisi tepat bagi anak-anak.

“Kita kolaborasi dengan IBL ini tentunya untuk memberikan stimulasi dan wadah yang tepat. Makanya sampai ada coaching clinic ke beberapa kota, dan nanti akan ada closing event-nya. Jadi segitu seriusnya kami memberikan wadah untuk para orang tua agar anak-anak bisa berkembang dengan stimulasi dan nutrisi yang tepat,” kata Diana.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X