SportlinkNews - Indonesia Basketball League (IBL) tengah bersiap menyongsong musim 2026 dengan sejumlah pembenahan strategis.
Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa tahun depan akan menjadi fase penting dalam peningkatan kualitas liga, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kenyamanan penonton.
Junas menjelaskan bahwa dua musim terakhir menjadi momentum belajar bagi penyelenggara liga.
Baca Juga: Manchester United Pangkas Gaji Pemain, Bintang Ini Dikorbankan
Memasuki tahun ketiga, IBL berkomitmen memperbaiki "journey dan ekspedisi" para penonton agar pengalaman menonton menjadi semakin nyaman, aman, dan dekat secara emosional.
"Kami ingin membuat para penggemar merasa lebih dekat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara pengalaman. Kenyamanan dan keamanan mereka menjadi prioritas," ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.
Berbicara format, musim depan akan tetap menerapkan kandang dan tandang. Namun pihaknya memastikan akan terus meningkatkan kualitas venue.
Baca Juga: Posisi Italia dalam Perebutan Tempat Tambahan di Liga Champions Setelah Treble
"Perubahannya tidak banyak, hanya penyesuaian minor seperti perpindahan kandang Satria Muda ke Bandung. Secara keseluruhan, struktur kompetisi tetap sama, dengan regulasi pemain asing yang lebih ketat dan penambahan jumlah gim playoff," ujar Junas.
Ia pun memprediksi bila musim 2026 akan lebih kompetitif. Dinamika bursa transfer pemain yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir disebutnya sebagai salah satu faktor yang membuat musim depan dinilai akan lebih menarik.
Mobilitas pemain lokal berkategori tier tinggi hingga perpindahan pemain asing diyakini akan mengubah peta persaingan. "Peta persaingan akan berbeda dan lebih berwarna. Mudah-mudahan banyak kejutan positif musim depan," ujar Junas.
Baca Juga: Penasihat Timnas Malaysia Menuduh FIFA Intimidasi dan Menghalangi Banding Kasus Penipuan Naturalisasi
Seperti diketahui, musim 2026 nanti, ada 11 tim yang akan berpartisipasi, setelah hilangnya Prawira Bandung. Dengan dominasi tim-tim yang berbasis di Pulau Jawa, Junas menilai hal itu bukan masalah.
Ia menekankan bahwa kualitas tim jauh lebih penting dibanding sebatas penyebaran wilayah.
Junas pun mencontohkan, misalnya Rajawali Medan yang ditengah gempuran tim-tim pulau jawa justru perkembangannya signifikan dan semakin matang menuju musim depan.
Baca Juga: Fiorentina 2-1 Dynamo Kyiv: Gudmundsson Amankan Kemenangan Pertama dalam 10 Pertandingan
"Fondasi harus kuat dulu. Rajawali Medan contohnya, mereka justru makin baik, mereka merekrut pemain berkualitas. Harapannya animo basket di sana ikut meningkat," jelasnya.
Artikel Terkait
Rivalitas Satria Muda vs Pelita Jaya Bakal Semakin Panas di IBL 2026
Hangtuah Jakarta Boyong Vander Lee Blue, Jebolan NBA dan Timnas Amerika untuk Bersaing di IBL 2026
Mantan Guard Milwaukee Bucks Rashad Vaughn Bakal Bela Kesatria Bengawan Solo di IBL 2026
Satria Muda Resmi Rekrut Jalen Jones dan Ivy Curry untuk Perburuan Gelar IBL 2026
Brandone Francis Bakal Jadi Amunisi Baru Rajawali Medan di IBL 2026