SportlinkNews - Dua mantan rival kini menjadi fondasi kebangkitan Phoenix Suns. Di balik laju mereka dalam persaingan playoff Wilayah Barat, ada chemistry tak terduga antara Devin Booker dan Dillon Brooks.
Dulu, keduanya kerap bersitegang. Brooks dikenal provokatif saat membela Memphis dan Houston, sementara Booker tampil tenang namun mematikan.
"Aku selalu bicara omong kosong. Dia terlihat kalem, tapi beberapa kali aku berhasil membuatnya kesal," kata Brooks.
Baca Juga: Gagal Cetak Gol Penalti, Ronaldo Khawatir Tidak Bisa Tampil di Piala Dunia 2026
Situasi berubah pada Juli lalu ketika Suns merekrut Brooks dalam trade besar yang juga melibatkan Kevin Durant. Begitu resmi, Brooks langsung menghubungi Booker.
"Panggilan pertamaku adalah ke Book," ujarnya.
Booker yang saat itu berada di Flagstaff mengaku terkejut. Namun percakapan tersebut mengubah pandangannya. Ia melihat sisi lain Brooks, rendah hati dan serius membangun sesuatu.
Baca Juga: Manchester United Bertengger di Posisi Ketiga, Michael Carrick Bikin Pusing Bos
Ikatan mereka menguat saat retret tim di Flagstaff. Diskusi panjang soal kepemimpinan membuat keduanya sepakat untuk menyatukan visi. Brooks memimpin dengan vokal dan energi.
Booker memberi contoh lewat etos kerja dan detail. Kombinasi itu menjadi identitas baru Suns.
Chemistry makin solid saat pramusim di China. Dalam obrolan santai sambil bermain kartu, Booker menggali latar belakang dan motivasi Brooks. "Di situ kepercayaan terbentuk," kata Brooks.
Baca Juga: Roma 3-3 Juventus – Rating Pemain: Pisilli Bersinar & Boga Inspirasi Kebangkitan
Dampaknya terlihat di lapangan. Brooks mencatat 20,9 poin per gim, dan itu jadi terbaik sepanjang kariernya. Booker menyumbang 24,7 poin dan 6,1 assist.
Suns sempat melaju 34-26 sebelum cedera menghantam, Brooks patah tangan kiri, Booker terganggu pinggul.
Meski begitu, fondasi tim kali ini berbeda. Bukan sekadar kumpulan bintang, melainkan tim dengan rasa saling percaya.
Baca Juga: Wayne Rooney Tampak Mabuk Berpesta dengan Dua Wanita Misterius Celananya Sampai Melorot
"Ketika dua pemimpin sejalan, tim akan mengikuti," tukas Brooks.
Di lorong arena atau dalam penerbangan tim, keduanya tetap bersama, bermain kartu, bercanda, berbagi cerita. "Bukan cuma soal basket," imbuh Booker.
Musim belum sempurna, tapi harmoni sudah terbentuk. Air dan api kini menyatu. Dan semuanya bermula dari satu panggilan telepon.
Artikel Terkait
NBA Jatuhkan Skorsing Usai Keributan Suns vs Pelicans
Bickerstaff, Johnson, dan Rajakovic Pimpin Format Baru NBA All-Star 2026
Anthony Edwards Pimpin USA Stars Juara NBA All-Star 2026
Menuju MVP NBA 2026: SGA Unggul, Jokic Terus Menekan
Teyana Taylor Pamer Kolaborasi Baru Air Jordan 3 "Concrete Rose" di NBA All-Star 2026