SportlinkNews - Los Angeles Lakers menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di momen krusial musim ini.
Performa impresif sepanjang Maret, termasuk rentetan sembilan kemenangan beruntun, mengangkat mereka ke papan atas Wilayah Barat dan membuka peluang besar menjadi penantang serius di babak playoff.
Kemenangan beruntun atas tim-tim kuat seperti Denver Nuggets, Miami Heat, hingga New York Knicks menjadi bukti konsistensi permainan Lakers. Pelatih JJ Redick pun menekankan pentingnya menjaga mentalitas kompetitif.
Baca Juga: Summerville Jadi Rebutan, Tottenham Terdepan di Bursa Transfer
"Kami harus bermain dengan mentalitas playoff," ujar Redick.
Sejak akhir Februari, Lakers mencatatkan rekor impresif 16 kemenangan dari 18 laga. Efektivitas serangan dan pertahanan yang semakin solid membuat mereka kini duduk di posisi ketiga Wilayah Barat dengan catatan 50-26.
Salah satu kunci kebangkitan tersebut adalah performa luar biasa Luka Doncic.
Baca Juga: De Zerbi Mulai Susun Staf, Tottenham Incar Legenda AC Milan Alessandro Nesta
Bintang asal Slovenia itu tampil dominan dengan rata-rata hampir 34 poin per gim, bahkan sempat mencetak 51 poin dalam satu pertandingan. Kontribusinya memberikan dimensi baru dalam serangan Lakers.
"Dia bermain sebaik siapa pun di liga saat ini," puji Redick.
Di sisi lain, LeBron James mulai beradaptasi dengan peran yang berbeda. Meski kontribusi poinnya menurun, pengaruhnya tetap besar dalam mengatur permainan dan menjaga keseimbangan tim.
Baca Juga: Drama Passportgate Mulai Temui Titik Terang, James Dean Cs Berpeluang Main Lagi
"Yang terpenting adalah tim. Kalau itu membantu tim menang, saya siap beradaptasi," kata James.
Kombinasi Doncic, Austin Reaves, dan LeBron terbukti efektif. Ketiganya menjadi motor utama serangan, sementara peran pemain lain seperti Deandre Ayton dan Marcus Smart menambah kekuatan di kedua sisi lapangan.
Kedalaman skuad juga menjadi faktor penting. Kontribusi pemain pelapis seperti Rui Hachimura dan Luke Kennard membuat rotasi tim tetap stabil, bahkan saat pemain inti beristirahat.
Baca Juga: Tim Dokter Bongkar Bahu Maverick Vinales untuk Mencabut Sekrup yang Longgar
Meski demikian, LeBron menegaskan bahwa timnya belum mencapai puncak performa.
"Kami masih harus terus berkembang. Kami tahu kemampuan kami, tapi prosesnya harus dijalani sampai akhir musim," ucapnya.
Ujian berikutnya akan datang saat Lakers menghadapi Oklahoma City Thunder, salah satu tim terkuat di wilayah Barat. Laga tersebut akan menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan Lakers menghadapi playoff.
Baca Juga: Putri KW Bidik Podium, Bertekad Putus Tren Buruk di Kejuaraan Asia 2026
Dengan performa yang terus menanjak dan chemistry tim yang semakin solid, Lakers kini menjelma menjadi salah satu tim paling berbahaya di liga. Jika tren ini berlanjut, mereka berpotensi melangkah jauh saat postseason dimulai.
Artikel Terkait
Lakers Menemukan Standar Permainan, Konsistensi Jadi Ujian Berikutnya
Kon Knueppel Lewati "Ujian Awal" di NBA Saat Hornets Bungkam Lakers
LeBron James di Persimpangan Karier, Los Angeles Lakers Siap Buka Pintu Musim ke-24
Lakers Tersungkur dari Celtics, Worthy: Tidak Ada Semangat!
Technical Foul Dicabut, Doncic Lolos Skorsing dan Siap Bela Lakers