SportlinkNews - Bintang New Orleans Pelicans, Zion Williamson, menegaskan tekadnya untuk menjalani "musim panas yang berbeda" demi meningkatkan performa dan membawa timnya bangkit pada musim NBA 2026-27.
Setelah kembali gagal menembus playoff dalam dua musim beruntun, Williamson mengaku belum puas dengan kontribusinya, meski secara individu tampil cukup efisien dengan rata-rata 21 poin per gim.
Ia menilai performanya belum cukup untuk mengangkat tim yang hanya meraih 26 kemenangan musim ini.
Baca Juga: Liga Champions: Sanggupkah Atletico Madrid Menaklukkan Barcelona? Ini Fakta-fakta Menarik
"Permainan saya cukup baik, tapi itu tidak berarti apa-apa jika tim tidak lolos ke playoff," ungkapnya.
Pemain berusia 25 tahun itu menyoroti perlunya pengembangan dalam variasi serangan. Ia ingin menjadi lebih sulit ditebak di area ofensif dan memberi dampak lebih besar bagi tim.
"Saya ingin menyerang dari lebih banyak area dan tidak mudah dibaca. Tahun ini saya belum melakukannya dengan baik," katanya.
Baca Juga: Gagal di Kualifikasi, Italia Berpeluang Masuk Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Administratif
Dari sisi fisik, Williamson justru mencatat kemajuan. Ia berhasil tampil dalam 35 pertandingan beruntun, rekor pribadi, dan menunjukkan peningkatan dalam pemulihan cedera yang selama ini kerap menghambat kariernya.
"Yang paling saya banggakan adalah kemampuan saya untuk pulih lebih cepat dari cedera," ungkapnya.
Rekan setimnya, Dejounte Murray, juga mengapresiasi perubahan tersebut. Menurutnya, Williamson mulai memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh dan konsistensi.
Baca Juga: Jamie Carragher Sebut Maroko Bakal Finis di Atas Brasil
Meski sempat dikaitkan dengan kemungkinan transfer, Williamson menegaskan komitmennya tetap bersama Pelicans. "New Orleans adalah rumah bagi saya. Saya ingin tetap di sini," tegasnya.
Ia juga menyatakan kepercayaan penuh pada manajemen tim, khususnya sosok Joe Dumars yang kini memegang peran penting di jajaran eksekutif.
Menatap musim depan, Williamson memasang target ambisius, yakni tampil hingga 75-82 pertandingan dan membawa Pelicans kembali ke playoff.
Baca Juga: Indonesia Bawa Pulang 25 Medali, Abdul Hadi dan Delima Bersinar di Bangkok
Untuk mencapainya, ia berencana mengambil pendekatan baru, termasuk belajar dari para legenda dan pemain juara.
"Saya harus berubah. Sudah terlalu lama kami gagal ke playoff. Saatnya saya bertanggung jawab dan melakukan sesuatu yang berbeda," tegasnya.
Artikel Terkait
NBA Jatuhkan Skorsing Usai Keributan Suns vs Pelicans
Duel Panas Knicks vs Hawks, Adu Tajam Brunson dan Momentum Atlanta di Playoff NBA
Duel Sengit Nuggets vs Timberwolves, Adu Dominasi Jokic dan Ancaman Edwards di Playoff NBA
Raptors Tantang Cavaliers, Ujian Konsistensi Harden di Duel Sengit Playoff NBA
Statistik NBA 2025-26: Dominasi Pemain Internasional dan Lahirnya Bintang Baru