SportlinkNews - Oklahoma City Thunder datang ke Gim 2 Final Wilayah Barat dengan situasi yang sudah sangat familiar bagi mereka, yakni tertinggal 0-1 dan dituntut segera merespons.
Sebagai juara bertahan, Oklahoma City Thunder kembali menghadapi ujian untuk bangkit setelah kekalahan dramatis 115-122 dari San Antonio Spurs dalam laga pembuka yang harus ditentukan hingga dua kali perpanjangan waktu.
Meski hasil tidak berpihak, Thunder tetap membawa ketenangan dari pengalaman musim lalu ketika mereka dua kali berhasil membalikkan keadaan setelah kalah di Gim 1.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Diduga Beberkan Daftar Jual Pemain AC Milan
Pelatih Mark Daigneault menegaskan bahwa seri ini masih sangat panjang dan belum ada yang benar-benar menentukan.
"Gim 1 hanyalah titik awal, bukan titik akhir. Kami pernah kalah dalam seri playoff meski menang Game 1 dengan meyakinkan, dan kami juga pernah menang meski kalah di Game 1," kata Daigneault.
"Setiap seri itu berbeda. Ini masih perjalanan panjang."
Baca Juga: Demi Gelar Juara, Borneo FC Berharap Persijap Kalahkan Persib
Namun, tantangan terbesar Thunder tetap jelas, yakni bagaimana menghentikan Victor Wembanyama.
Bintang Spurs itu tampil dominan di paint pada Gim 1 dan menjadi pusat serangan yang sulit dibendung, bahkan ketika Thunder mencoba berbagai kombinasi pertahanan.
Wembanyama juga menjadi faktor yang menguras tenaga karena harus bermain hampir 49 menit. Dalam seri yang berjalan cepat, kondisi ini bisa menjadi celah yang coba dimanfaatkan Thunder untuk mengubah arah pertandingan.
Baca Juga: I.League Hilangkan Satu Aturan Wajib Super League Mulai Musim Depan
Di sisi lain, Thunder juga menunggu respons dari Shai Gilgeous-Alexander yang tampil kurang efisien di Gim 1 meski tetap mencatat kontribusi signifikan.
Akurasi tembakan yang tidak maksimal membuat beberapa momentum penting lepas dari genggaman mereka.
Pelatih Spurs Mitch Johnson menilai performa Gilgeous-Alexander masih dalam batas wajar, namun tetap berbahaya setiap saat.
Baca Juga: I.League Hilangkan Satu Aturan Wajib Super League Mulai Musim Depan
"Dia meleset dari beberapa tembakan yang biasanya masuk. Anda hanya bisa berharap dia meleset, dan membuat tembakan berikutnya lebih sulit," ujarnya.
Perhatian lain tertuju pada Chet Holmgren yang belum banyak terlibat dalam ritme serangan Thunder di Gim 1. Padahal, ia sebelumnya menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan playoff tim dengan kontribusi konsisten di dua sisi lapangan.
Daigneault menilai keterlibatan Holmgren sangat bergantung pada kualitas kolektivitas tim dalam menyerang.
Baca Juga: Pesan Emosional Wenger dan Legenda Usai Arsenal Juara Liga Primer
"Ini soal menjalankan strategi yang lebih baik dan punya niat kolektif yang lebih kuat," imbuhnya Daigneault.
"Ketika kami bermain lebih baik sebagai tim, dia akan ikut bersinar. Ini tentang bagaimana kami membuka permainan dan memberi semua pemain peluang."
Kini, Gim 2 menjadi ujian berikutnya, apakah Thunder mampu merespons seperti juara bertahan, atau justru Spurs yang kembali mengambil kendali atas seri.
Artikel Terkait
Thunder Menang Meyakinkan di Semifinal Wilayah, Holmgren dan Kedalaman Tim Tutupi SGA yang Tak Maksimal
Playoff NBA Memanas: Thunder Tak Terkalahkan, Harden dan Wemby Menggila
Spurs Tak Lagi Sekadar Proyek Masa Depan, Kini Penantang Gelar NBA
Wembanyama Menggila, Spurs Curi Gim 1 Final Wilayah Barat dari Thunder
SGA Akui Tampil di Bawah Standar Saat Thunder Ditumbangkan Spurs