SportlinkNews - New York Knicks semakin dekat menuju Final NBA 2026 setelah kembali menundukkan Cleveland Cavaliers pada gim kedua Final Wilayah Timur, Kamis malam, 21 Mei waktu setempat.
Bermain agresif sejak awal laga, Knicks sukses mengamankan kemenangan dan kini unggul 2-0 dalam seri playoff.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif New York yang kini membukukan sembilan kemenangan beruntun di babak playoff musim ini.
Baca Juga: Uji Sayap Depan Yamaha di Catalunya, Fabio Quartararo Akui Tidak Ada yang Istimewa
Skuad asuhan Tom Thibodeau tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momentum, terutama saat memasuki paruh kedua pertandingan.
Lini utama Knicks menjadi pembeda utama dalam laga ini. Kombinasi lima starter mereka menghasilkan total 96 poin dengan kontribusi 12 tripoin yang membuat pertahanan Cleveland kesulitan menjaga ritme permainan.
Jalen Brunson tampil sebagai motor permainan New York lewat distribusi bola impresif.
Baca Juga: Herdman Pantau Hanan di Persija, Absen di Laga Penentuan Juara Persib
Guard andalan Knicks itu mencatatkan rekor assist tertinggi sepanjang karier playoffnya dengan 14 assist, sekaligus menjaga tempo serangan tim tetap stabil sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Josh Hart menjalani malam terbaiknya di playoff dengan torehan 26 poin. Performa eksplosif Hart di kuarter ketiga menjadi titik balik penting yang membawa Knicks menjauh dari kejaran Cavaliers.
Hart mengaku sudah memahami strategi Cavaliers yang lebih fokus menutup pergerakan Brunson dan Karl-Anthony Towns. Situasi itu membuat dirinya kerap mendapatkan ruang terbuka untuk melepaskan tembakan.
Baca Juga: Kirim Peringatan ke Ducati, Nicolo Bulega: Saya Pantas Mendapat Kesempatan di MotoGP
"Saya tahu itu bagian dari game plan mereka. Saya hanya terus berlatih dan memastikan tetap menembak dengan percaya diri. Saya percaya pada hasil kerja keras," kata Hart seusai laga.
Pebasket berusia 31 tahun itu juga menyebut dirinya kini berusaha menikmati permainan dengan lebih tenang dibanding sebelumnya. Menurutnya, terlalu keras terhadap diri sendiri justru membuat performanya tidak maksimal.
"Saya mencoba bermain lebih rileks dan menikmati permainan. Saya harus belajar lebih tenang dan tidak mencoba menjadi sempurna setiap saat," ungkapnya.
Baca Juga: Proyek Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 Terus Diperkuat
New York sempat menciptakan momentum besar melalui rentetan skor 18-0 di kuarter ketiga. Fase tersebut membuat Cavaliers kehilangan kontrol permainan dan tertinggal cukup jauh hingga akhir laga.
Di sisi lain, Donovan Mitchell kembali menjadi sumber utama poin bagi Cleveland dengan sumbangan 26 angka.
Namun, minimnya dukungan konsisten dari pemain lain membuat Cavaliers gagal menjaga keseimbangan permainan saat Knicks mulai panas.
Baca Juga: Herdman Pantau Hanan di Persija, Absen di Laga Penentuan Juara Persib
Cleveland sebenarnya sempat menjaga persaingan tetap ketat pada babak pertama. Kedua tim bermain relatif seimbang dengan sama-sama memasukkan enam tripoin sebelum Knicks menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 53-49.
Namun, intensitas permainan New York meningkat drastis selepas jeda. Akurasi tembakan sulit yang terus masuk membuat Cavaliers kesulitan memangkas jarak, meski beberapa kali sempat menurunkan defisit menjadi satu digit.
Kini seri akan bergeser ke kandang Cavaliers di Rocket Arena untuk gim ketiga akhir pekan ini. Knicks hanya membutuhkan dua kemenangan tambahan untuk memastikan tiket menuju Final NBA musim ini.
Artikel Terkait
McCollum Jadi Pahlawan, Hawks Tumbangkan Knicks di Detik Terakhir
Jalen Brunson Menggila, Knicks Gilas 76ers di Gim Pembuka Semifinal Timur
Brunson Bersinar, Knicks Tinggal Selangkah ke Final Timur
Final Timur NBA 2026: Konsistensi Knicks Ditantang Kebangkitan Cavaliers
Knicks Curi Gim 1 Lewat Comeback Epik, Brunson Meledak 38 Poin