SportlinkNews - Ambisi Dewa United Banten sementara terhenti akibat sandungan dari Satria Muda Pertamina Jakarta di Game 1 semifinal IBL Playoffs 2024.
Bertanding di Britama Arena Jakarta, Kamis (25/7) malam, Satria Muda berhasil memangkas ambisi Dewa United Banten dengan skor 89-75.
Pada laga tersebut, Satria Muda menampilkan permainan luar biasa untuk menurunkan produktifitas poin Dewa United.
Baca Juga: Olimpiade Paris 2024 Siapkan 15.000 Makanan untuk Atlet Setiap Harinya
Satria Muda tertinggal 14-18 di kuarter pertama. Mereka merespons dengan baik di kuarter kedua.
Memainkan offense yang lebih efektif untuk menambahkan 29 poin di kuarter kedua. Satria Muda berbalik unggul 43-36 saat turun minum.
Performa Arki Dikania Wisnu membuat Satria Muda tetap bertahan di kuarter ketiga. Hingga pertengahan kuarter ketiga, Arki mencetak three point untuk keunggulan 56-50.
Baca Juga: Api Olimpiade Dibawa Perenang Putri Prancis dari Yunani ke Paris
Arki mencetak 14 poin dengan field goals precentage 100%. Memasukkan 6-dari-6 tembakan, termasuk dua kali three point. Satria Muda unggul 66-60 saat kuarter ketiga ditutup.
Pada kuarter terakhir, Dewa United tetap tidak mampu keluar dari tekanan. Serangan tim asuhan Pablo Favarel semakin tidak terarah.
Mereka hanya memasukkan empat tembakan dari 16 attempt di kuarter keempat. Dewa United sempat tertinggal 16 angka, sebelum akhirnya menyerah dari tim tuan rumah.
Baca Juga: Evolusi Seratus Tahun Pentathlon Kini Digelar Satu Hari Penuh
Turnovers juga jadi masalah Dewa United di Game 1 ini. Mereka melakukan 15 turnovers yang dimanfaatkan Satria Muda menjadi 20 poin.
Reynaldo Garcia Zamora menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Dewa United yang harus bekerja ekstra keras.
Artikel Terkait
Laporan dari Prancis: Tim Bulu Tangkis Indonesia dalam Kondisi Prima, Siap Berjuang Demi Merah Putih
Gelaran Tour de Banyuwangi Ijen 2024 Diikuti 20 Tim Nasional dan Internasional, Menpora Beri Apresiasi
Cal Crutchlow Gagal Ngebut di Silverstone, Pembalap WorldSBK Remy Gardner Ambil Alih
Adaptasi Lapangan Olimpiade, Gregoria dan Ginting Akui Ada Perbedaan Dibanding French Open Maret Lalu