SportlinkNews - Kompetisi NBA musim 2024/25 sudah pasti akan menelurkan juara baru. Menjadi suatu sejarah, karena dalam tujuh tahun berturut-turut, NBA akan menobatkan kampium yang berbeda.
Tiga juara sebelumnya, Golden State Warrior, Denver Nuggets, dan Boston Celtics telah tumbang di semifinal konferensi dan kini tinggal menyisakan Oklahoma City Thunder, Indiana Pacers, Minnesota Timberwolves, dan New York Knicks dalam perburuan gelar.
Lalu, bagaimana kekuatan keempat tim itu? Berikut catatan power ranking semifinal konferensi berdasarkan performa statistik, momentum, dan potensi menuju Final NBA:
Baca Juga: Setelah Juara Liga Inggris, Liverpool Malah Bukukan Rekor Negatif Usai Rengkuh Gelar
1. Oklahoma City Thunder (8-3)
OffRtg: 115.1 (4) | DefRtg: 101.6 (1) | NetRtg: +13.5 (1)
Thunder adalah satu-satunya tim dengan catatan 60 kemenangan yang masih bertahan dan memiliki Net Rating terbaik di babak playoff sejauh ini.
Mereka menghentikan laju sang juara bertahan Denver Nuggets dalam tujuh gim dengan dominasi defensif luar biasa, saat menahan laju Grizzlies dan Nuggets, jauh di bawah rata-rata ofensif musim reguler mereka.
Meski lini serang mereka sempat menurun di Gim 3 saat melawan Denver, tetapi mereka masih memiliki kedalaman skuad terbaik. Cason Wallace dan Alex Caruso muncul sebagai faktor pembeda dari bangku cadangan.
Baca Juga: Pembalap Superbike Toprak Razgatlioglu Bakal Membalap di MotoGP Bareng Yamaha
Secara sistem dan statistik, Thunder bisa dibilang tim paling stabil, serta paling berpeluang menembus Final NBA.
2. Indiana Pacers (8-2)
OffRtg: 117.3 (2) | DefRtg: 111.9 (8) | NetRtg: +5.5 (5)
Pacers menjadi tim yang paling efisien dan cepat, dengan catatan tembakan paling efektif sepanjang sejarah playoff NBA dengan 58,3 persen.
Namun, akurasi mereka bisa saja melandai, bila pemain andalannya, seperti Tyrese Haliburton bermain inkonsisten. Rotasi 10 pemain mereka pun belum teruji di laga super ketat.
Baca Juga: MotoGP Putaran ke-7 Memasuki Silverstone, Siapa yang Bakal Bersinar?
Di sisi lain, pertahanan mereka meningkat tajam ketika Pascal Siakam berada di lapangan, menjadi jangkar utama.
Indiana hanya membutuhkan lima gim untuk menyingkirkan Milwaukee dan Cleveland, dan kini berpeluang besar mencapai Final NBA untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.
3. Minnesota Timberwolves (8-2)
OffRtg: 114.6 (5) | DefRtg: 106.8 (2) | NetRtg: +7.9 (3)
Minnesota tampil solid di kedua sisi lapangan dan menjadi tim terbaik pada paruh kedua tiap pertandingan. Mereka tak terkalahkan di clutch time (4-0), dengan performa eksplosif yang selalu terjadi di kuarter keempat.
Pertahanan mereka kuat, Donte DiVincenzo sangat efektif dalam menekan lawan dan Karl-Anthony Towns semakin efisien di dalam paint dan garis lemparan bebas.
Baca Juga: Malaysia Masters 2025: Apriyani/Febi Petik Kemenangan di Turnamen Kedua Mereka
Namun, ketergantungan pada 'ledakan' di akhir pertandingan bisa menjadi risiko ketika berhadapan dengan tim se-efisien Thunder.
4. New York Knicks (8-4)
OffRtg: 110.7 (9) | DefRtg: 110.6 (5) | NetRtg: +0.1 (7)
Knicks merupakan tim kejutan musim ini. Mereka menyingkirkan sang unggulan teratas, Boston Celtics, melalui tiga 'comeback' luar biasa dan kemenangan besar di Gim 6.
Namun, secara statistik mereka adalah tim terlemah dari empat finalis.
Kunci Knicks terletak pada Jalen Brunson dan Mitchell Robinson. Dengan Brunson, Knicks mencetak hampir 25 poin lebih banyak per 100 penguasaan bola.
Baca Juga: Menanti Performa Mumpuni Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia
Robinson pun menjadi monster bertahan dalam pick-and-roll. Namun, jika efisiensi ofensif tidak meningkat, perjalanan Knicks mungkin bisa berakhir di Final Wilayah.
Meski belum ada yang pernah mencicipi gelar juara NBA, namun keempat tim ini memiliki gaya permainan yang berbeda.
Thunder tampil sebagai favorit kuat dengan keseimbangan dan kedalaman tim, diikuti oleh efisiensi Pacers, ketangguhan Wolves, dan sengatan kejutan dari Knicks.
Menjadikan final NBA musim ini mungkin menjadi yang paling tak terduga dalam satu dekade terakhir. Hal itu yang kemudian membuat perebutan gelar di edisi kali ini semakin menarik.