SportlinkNews - Oklahoma City Thunder membuka Gim 1 laga final Wilayah Barat NBA 2025 dengan kemenangan meyakinkan atas Minnesota Timberwolves.
Tampil kurang tajam di paruh pertama, Thunder bangkit di dua kuarter terakhir dan mengakhir permainan dengan skor telak 114-88, untuk mencatatkan keunggulan 1-0 dari seri "best of seven" di Paycom Center, Selasa, 20 Mei 2025, waktu setempat.
Kemenangan ini jadi pembuktian bagi Thunder yang berstatus unggulan pertama wilayah Barat.
Baca Juga: Raih Trofi Liga 1 Jadi Momentum Penuh Emosional Bagi Mateo Kocijan
Thunder sempat tertinggal sembilan poin di paruh pertama, namun setelah jeda pertandingan, mereka tampil luar biasa di paruh kedua.
Mencetak 70 poin dan hanya kebobolan 40, hasil itu merubah semua arah pertandingan secara drastis, memperlihatkan kelas Thunder sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Shai Gilgeous-Alexander memimpin kebangkitan skuat Thunder dengan memperoleh 31 poin. Memperlihatkan bahwa dirinya memang layak sebagai kandidat kuat MVP musim ini.
Baca Juga: Polisi Kerahkan 2.800 Personel Gabungan Amankan Selebrasi Kemenangan Persib Raih Trofi Liga 1
Gilgeous-Alexander tampil kurang tajam di dua kuarter awal. Ia hanya menghasilkan 11 poin dari 13 kali percobaan tembakan.
Performanya yang minim itu dibayarkannya dengan tampil eksplsif setelah jeda. Memberikan Thunder persentasi field goal yang cukup bagus dengan 61,9 persen dari lapangan dan 61,5 persen dari garis tripoin, menunjukkan efisiensi luar biasa dalam menyerang.
"Babak pertama kami bermain agak berkarat," ujar Gilgeous-Alexander usai pertandingan. "Tapi, kami tetap percaya diri dan berhasil membalikkan keadaan."
Baca Juga: Duel PSS Sleman vs Persija Disaksikan Penonton Terbanyak di Pekan ke-33 Liga 1 2024/2025
Pelatih kepala Thunder, Mark Daigneault, memuji pertahanan timnya yang tetap solid meski serangan yang dibangun kurang efektif di awal.
"Pertahanan kami menjaga kami tetap dalam permainan di babak pertama," katanya. "Kami tahu bahwa secara ofensif pertandingan ini sangat berbeda dari seri sebelumnya, tapi kami menyesuaikan dan berhasil memanfaatkannya."
Bila Thunder mampu bangkit ketika terpuruk, maka sebaliknya, bagi Timberwolves, kekalahan ini menjadi pukulan keras dalam perjalanan mereka menuju Final NBA pertama dalam sejarah NBA.
Baca Juga: Abdoulaye Doucoure Tinggalkan Everton Mencoba Peruntungan Baru
Di laga ini, tim asuhan Chris Finch tersebut kesulitan menghadapi tekanan dan agresivitas pertahanan Thunder.
Bintang muda Timberwolves, Anthony Edwards tidak bisa berbuat banyak kali ini. Dia mengalami cedera di pergelangan kaki di kuarter kedua, sehingga tidak bisa membantu banyak perolehan poin Wolves.
Edwards hanya menghasilkan 18 poin dan tidak mencetak satu poin pun di kuarter terakhir.
Tambahan 28 poin dari Julius Randle tidak mampu mendongrak performa Wolves, mengingat minimnya kontribusi dari pemain lain sehingga mereka tak mampu mengejar.
Baca Juga: Frenkie de Jong, Pemain Belanda dengan Penampilan Terbanyak Ketiga untuk FC Barcelona
"Ya, saya yang mengatur (pertahanan mereka), itu seperti bermain di AAU (Amateur Athletic Union)," kata Edwards.
"Kami berlari-lari, kadang switch, kadang tidak. Tapi ini bagus untuk sistem kami, dan Kami akan siap untuk Gim 2," tegasnya.
Banyaknya turnover jadi salah satu titik lemah Timberwolves di gim pertama ini. Mereka melakukan 19 turnover yang menghasilkan 30 poin untuk Thunder.
Selain itu, perbedaan skor di area paint (54-20 untuk Thunder) dan performa buruk dari pemain cadangan (9 dari 41 tembakan) menjadi catatan yang harus diperhatikan.
Baca Juga: Thailand Open International Boxing Tournament: Pertina Hadir dengan Kirim 4 Petinju
Gim kedua yang berlangsung Kamis, 22 Mei 2025, waktu setempat, di paycom center, kembali akan jadi ujian mental bagi Timberwolves.
Bermain di kandang lawan, Wolves harus memperbaiki kelemahan mereka yang terjadi di gim pertama ini. Para pemain cadangan harus bisa menjadi pengganti yang mumpuni bila ingin menyaingi Thunder.
Sebaliknya, bagi Thunder, konsistensi menjadi tantangan berikutnya. Mereka tidak bisa terus mengandalkan 'ledakan' di dua kuarter terakhir seperti kebiasaannya.