basket

Format All-Star NBA 2026 Kembali Berubah, Hadirkan USA vs World untuk Tarik Minat

Kamis, 5 Juni 2025 | 21:55 WIB
MVP NBA All Star 2025, Stephen Curry dari Tim Shaq, 17 Februari 2025

SportlinkNews - Setelah format All-Star musim ini dikritik tidak menarik, NBA kembali akan melakukan perubahan format pertandingan All-Star NBA untuk musim depan. 

Komisaris NBA Adam Silver yang mengumumkannya langsung, Kamis, 5 Juni 2025. All-Star musim depan rencananya akan berlangsung pada 16 Februari 2026, bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin.

Format baru ini akan menghadirkan rivalitas "USA vs World".

Format baru ini diharapkan bisa menandai titik balik dalam sejarah All-Star Games yang dalam beberapa tahun belakangan mengalami penurunan minat, memulihkan antusiasme dan menyajikan pertarungan kompetitif kelas dunia.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Australia Menang Dramatis, Kemenangan Perdana atas Jepang Sejak 2009

"Jadi kapan lagi waktu yang lebih baik untuk menampilkan Amerika Serikat melawan dunia?" ujar Adam Silver kepada Fox Sports.

Selain format, yang berbeda dari penyelenggaraan di musim ini adalah jam tayang.

Uniknya, jam pertandingan All-Star akan dimajukan ke waktu siang hari untuk disandingkan dengan siaran Olimpiade Musim Dingin, menciptakan momentum penonton lintas olahraga.

Silver mengatakan bahwa format ini terinspirasi dari format turnamen 4 Nations Face-Off milik NHL, yang hanya melibatkan pemain dari AS, Kanada, Swedia, dan Finlandia.

Baca Juga: Usai Ikuti BCL Asia-East, Pelita Jaya Fokus Selesaikan Musim Reguler IBL GoPay 2025

Turnamen tersebut disebutnya sebagai "kesuksesan besar" yang menunjukkan bagaimana rivalitas berbasis kebangsaan bisa kembali memikat penggemar.

Perubahan ini, dinilainya juga mencerminkan realitas NBA saat ini. Di mana para pemain internasional mendominasi liga. 

Karena nyatanya, dalam tujuh musim terakhir, gelar MVP selalu jatuh ke tangan non Amerika. Mulai dari Giannis Antetokounmpo (Yunani) hingga Nikola Jokić (Serbia) dan Joel Embiid (Kamerun/AS).

Bahkan, dua pemain teratas dalam NBA Draft dalam dua tahun terakhir berasal dari Prancis, menegaskan bahwa bintang-bintang masa depan NBA semakin global.

Baca Juga: Indonesia Open 2025: Ganda Putri Hanya Tersisa Febriana/Amallia

Maka dari itu, pertarungan USA vs World tak hanya relevan, tapi juga sangat ditunggu-tunggu.

Sebelumnya, NBA pernah mencoba menyuntikkan nuansa global melalui "Team World" di ajang Rising Stars. Namun, ini adalah pertama kalinya konsep tersebut diangkat ke panggung utama All-Star Game.

Dengan meningkatnya jumlah superstar internasional dan minat global terhadap NBA, format baru ini diharapkan mampu membawa kembali keaslian kompetitif dari All-Star Game, yang selama ini dinilai terlalu santai dan kurang menggigit.

"All-Star 2026 diproyeksikan bukan sekadar pamer bakat, tapi ajang pembuktian siapa yang benar-benar menguasai panggung bola basket dunia, Amerika atau Dunia?," tukas Silver. 

Tags

Terkini