Suk Fuk terus menjalankan roda Pacific Caesar dengan sekuat daya. Banyak klub berguguran sejak Kobatama hingga IBL, tapi Pacific Caesar Surabaya tetap berdiri.
Pada 1997, GOR Pacific Caesar Surabaya diresmikan berkat upaya Suf Fuk. Bangunan di daerah Kenjeran tersebut bukan sekadar kandang klub, tetapi simbol dari dedikasi seorang pria terhadap basket Indonesia.
Suk Fuk pun dikenal sebagai penggerak olahraga bola basket di Surabaya yang tak mencari keuntungan semata.
Baca Juga: Antusias Tinggi KONI-Bayan Championship II/2025 Layak Naik Jadi Kejuaraan Nasional
Dia bekerja tanpa pamrih dan berharap basket Indonesia memiliki akar kuat, bukan hanya di Jakarta atau Bandung, tapi juga di Surabaya.
Pacific Caesar Surabaya yang identik dengan warna hijau tersebut menjadi salah satu klub pencetak generasi basket Indonesia.
Nama-nama tenar seperti Indra Muhammad, Widyanta Putra Teja, dan Nuke Saputra adalah bukti bahwa Pacific Caesar Surabaya selalu memiliki pemain terbaik Indonesia.
Baca Juga: Gonzalo Garcia Calon Kuat Top Skor Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 Dibayangi Pedro Neto
Di masa sekarang, nama seperti Daffa Dhoifullah yang merupakan salah satu pemain muda di IBL dan telah berpredikat pemain All Star menjadi motor dalam permainan modern Pacific saat ini.
Suk Fuk selalu membuka ruang bagi mereka yang baru mulai. Banyak pemain muda yang mendapat jam terbang dan kemudian tumbuh bersama klub, bahkan melangkah lebih jauh ke tim nasional.
Dengan dedikasi luar biasanya tersebut, IBL pun tanpa ragu memberikan penghargaan IBL Legacy Award kepada Suk Fuk yang dengan berjuang keras tanpa pamrih demi kemajuan bola basket Indonesia.