SportlinkNews - Pertarungan final antara juara bertahan Indonesian Basketball League (IBL), Pelita Jaya, dan penantang baru, Dewa United, menjadi ajang pertemuan dua era yang berbeda.
Pelita Jaya datang dengan kekuatan pemain mudanya, sementara Dewa United memiliki pemain yang jauh lebih matang dan berpengalaman.
Final ini akan berlangsung dengan format 'best of three' di mana tim yang menghasilkan dua kemenangan terlebih dahulu, maka ia akan dinobatkan sebagai juara IBL musim ini.
Dewa United bukan tim sembarangan, meski baru berkompetisi di musim kelimanya, tetapi mereka sudah tiga kali sukses menembus semifinal dan baru kali ini sukses menjamah panggung utama usai di semifinal mengalahkan RANS.
Baca Juga: Timnas U-23 Indonesia Tampil Tanpa Pemain Senior, Ini Alasannya
Pelita Jaya juga bukan tim sembarangan. Meski memulai semifinal kemarin dengan start yang kurang meyakinkan, mereka akhirnya merebut posisi dua tertinggi usai menaklukan Satria Muda Pertamina 2-1.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah yang diwakilkan oleh Adrian Ariez, Head of Marketing, Business, and Development for IBL dalam jumpa pers di FX Sudirman, Senin, 14 Juli 2025, mengatakan bahwa final musim ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara.
Tetapi, Final IBL 2025 bercerita tentang dua poros besar yang saling mendekat yakni tradisi dan pembaruan.
"Kita sedang menyaksikan momen besar dalam sejarah liga. Ketika klub dengan mental juara bertemu klub baru yang dibangun dengan kesabaran dan visi jangka panjang, di situlah sejarah yang sesungguhnya sedang ditulis," ujar Junas.
Baca Juga: Japan Open 2025: Tentang Comeback Ginting dan Gregoria, Juga Debut Fajar/Fikri
Jika Dewa United mampu meruntuhkan dominasi Pelita Jaya di partai puncak, Dewa United Banten tak hanya menjadi juara baru, tetapi juga simbol harapan bagi klub-klub lain yang tengah membangun pijakan dari bawah.
"Ini adalah bukti bahwa konsistensi dan komitmen bisa membawa tim menembus dominasi tradisional dan memberi warna baru bagi liga," imbuh Junas lagi.
Sementara itu, Pelita Jaya Jakarta datang ke final dengan aura dominasi. Setelah menjuarai IBL musim lalu, mereka kembali menunjukkan keperkasaan musim ini.
Dari reguler season hingga babak playoff, Pelita Jaya tampil stabil, tajam, dan tenang di tengah tekanan.
Baca Juga: Pelatih Oxford United Kritik Piala Presiden 2025: Lapangan Buruk, Cedera Meningkat
Jika mampu menang lagi, mereka akan mengukuhkan diri sebagai raja baru di IBL lewat back to back championship. Bila itu terjadi, maka akan jadi pencapaian back to back ke dua setelah IBL 2021 dan 2022 oleh Satria Muda.
"Mereka tahu bagaimana menjadi juara, dan tahun ini tampil seolah ingin menegaskan diri sedang membangun dinasti baru," kata Junas.
Di atas kertas, Pelita Jaya di musim reguler tampil dengan rekor terbaik dengan hanya menelan tiga kekalahan dari 26 pertandingan. Pelatih Pelita Jaya Justin Tatum mengatakan bahwa ini merupakan hasil semua yang telah mereka pertaruhkan sepanjang musin.
"Apa yang sudah dilalui selama 6-7 bulan, lalu menjalani pertandingan playoff hingga tiga kim, kami berharap bisa membawa energi itu kembali," ucapnya.
Baca Juga: Julio Cesar Resmi Gabung Persib Bandung, Reuni dengan Uilliam Barros
Selama satu dekade terakhir, Pelita Jaya telah menorehkan pencapaian luar biasa dengan tampil di delapan laga final.
Klub ini berhasil mengamankan gelar juara pada musim kompetisi tahun 2017 dan 2024, serta menambah satu titel dari turnamen pramusim All Indonesian 2024.
Rangkaian prestasi tersebut mencerminkan kekuatan serta tradisi unggul yang secara konsisten ditunjukkan oleh Pelita Jaya dalam dunia bola basket nasional.
Sementara itu, dari kubu Dewa United, sang pelatih Pablo Favarel mengatakan meski senang bisa melangkah ke partai puncak, tetapi dia mengakui bila timnya belum puas, terutama dengan performa mereka.
Baca Juga: Tampar Pemain Chelsea, Luis Enrique Terancam Larangan Melatih Total tapi Berkelit Begini
"Kami memahami bahwa tugas kami masih jauh dari selesai. Jalan yang harus ditempuh masih panjang dan saat ini perhatian penuh kami tertuju pada Pelita Jaya. Laga final mendatang tentu tidak akan mudah. Kami akan berjuang sekuat tenaga agar mampu bersaing secara maksimal," ujar Favarel.
Gim pertama final IBL 2025 akan digelar di Dewa United Arena pada Kamis, 17 Juli mendatang pukul 19.00 WIB. Kemudian gim kedua digeser ke GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, juga di jam yang sama. Pada Gim ketiga, jika diperlukan, akan digelar pada Minggu, 20 Juli 2025 kembali di Soemantri Brojonegoro .