basket

Avan Saputera Akhiri 13 Tahun Kebersamaan dengan Satria Muda, Tutup Era One Man Club

Selasa, 18 November 2025 | 23:33 WIB
Setelah 13 tahun, Avan Saputera akhirnya berpisah dengan Satria Muda. Perpisahan ini mengakhiri era 'one man club'-nya. (Satria Muda)

SportlinkNews - Satria Muda Pertamina Bandung resmi mengumumkan perpisahan dengan Avan Saputera untuk IBL Season 2025/2026.

Pengumuman ini menandai berakhirnya perjalanan panjang selama 13 tahun antara Avan dan klub yang membesarkan namanya sejak ia pertama kali bergabung pada 25 September 2012.

Sebagai lulusan IPH Surabaya yang langsung menembus Timnas Indonesia U-18 bersama generasi Kevin Yonas, Kristian Liem, dan Laurentius Steven Oei, Avan tumbuh menjadi sosok yang identik dengan Satria Muda.

Baca Juga: Adidas Rilis Koleksi Kolaborasi dengan Marvel, Real Madrid, dan All Blacks

Loyalitasnya membuatnya dikenal sebagai one man club, pemain yang berproses, berkembang, dan memberikan kontribusi tanpa henti sejak hari pertamanya memakai nomor punggung 25 di Satria Muda.

Bersama Satria Muda, Avan telah menorehkan berbagai prestasi panjang. Memberikan kontribusi penting untuk era kejayaan klub, seperti saat juara NBL 2015, final NBL 2017, juara IBL pada 2018, 2021, dan 2022.

Pada 2019, Avan kembali dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia untuk SEA Games Filipina.

Baca Juga: Spotify Camp Nou Resmi Jadi Tuan Rumah Pertandingan LaLiga Barcelona vs Athletic Club

Sementara pada 2024, ia sempat mengikuti program pengembangan atlet di Houston, Texas, sebelum kembali dan bergabung dalam persiapan Timnas menuju SEA Games 2025 di Thailand.

Keberadaannya selama lebih dari satu dekade membuat Avan menjadi bagian penting dari identitas klub sekaligus salah satu simbol kultur kerja keras Satria Muda.

Musim ini, Avan mencatat salah satu performa terbaik dalam kariernya saat melawan Bali United Basketball di Britama Arena. 

Baca Juga: Islam Makhachev Tantang Ilia Topuria Usai Menang di UFC 322

Kembali tampil sebagai starter setelah jeda semusim, ia menjadi top score dengan 21 poin dalam 20 menit 11 detik, mencetak tujuh three point tanpa meleset, ditambah satu assist, satu steal, dan tanpa turn over.

Catatan tujuh tembakan tiga angka sempurna itu membawanya ke buku rekor IBL dan membuktikan bahwa ketajaman serta efisiensinya tak lekang oleh waktu.

Avan pun menyampaikan pesan emosionalnya. Bahwa 13 tahun bersama Satria Muda itu buatnya sebuah perjalanan yang luar biasa. 

Baca Juga: Olahraga Padel akan Dipertandingkan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

"Kami selalu berada di titik tengah, dan kini saatnya saya berpisah, tapi hubungan kekeluargaan dan persahabatan tetap terjaga," ujar Avan.

"Saya bersyukur bisa menutup perjalanan di Bandung dengan kemenangan. Semoga Satria Muda tetap menjadi kebanggaan Jawa Barat."

Pelatih Kepala Youbel Sondakh mengatakan bahwa dirinya sedih harus berpisah dengan Avan. Apalagi dirinya dan Avan tumbuh besar sama-sama di Satria Muda. 

"Kami sedih, tapi juga bangga atas kerja keras dan dedikasinya. Ia bagian penting dari identitas tim," ujarnya.

Baca Juga: Debut Alex Marquez dengan Motor Pabrikan Ducati GP26 di Tes Valencia

Di mata Managing Director Satria Muda, Ronaldo "Dodo" Sitepu, Avan awalnya dilihatnya sebagai anak 'manja' dan susah diberi tahu. Namun, Avan kemudian tumbuh sebagai pemain yang pekerja keras, disiplin, dan tekun. 

"Dari anak yang manja dan susah dikasih tahu, berubah menjadi pemain yang matang, disiplin, dan tekun. Harapan saya, Avan tetap membawa mentalitas Satria Muda ke tim barunya. Good luck," katanya.

Mengenai nasibnya untuk musim kompetisi baru nanti, Avan mengatakan membuka kemungkinan untuk bermain di klub lain. Sudah ada beberapa pembicaraan awal, tapi semua menurutnya masih dalam proses. 

Tags

Terkini