SportlinkNews - Pacific Caesar Surabaya menjadi klub tertua yang tetap setia bertarung di arena IBL. Konsistensi Pacific di arena basket nasional menjadi panutan bagi klub-klub lainnya.
Pacific Caesar didirikan pada 8 Mei 1968, kiprahnya memberikan warna warni menarik bagi belantika bola basket di Indonesia.
Meski begitu, prestasi Pacific memang belum memuaskan sejauh ini. Merekapun terus berbenah dan memperbaiki tim demi menciptakan dinasti baru yang solid dan berprestasi.
Baca Juga: SIWO Award 2025: Hadirkan Penghargaan Prestisius Bagi Insan Olahraga Tanah Air
Memasuki musim 2025, Pacific mulai menemukan arah. Presiden Klub The Irsan Pribadi Susanto mengambil langkah cepat ketika Pacific hanya menang tiga kali dalam 13 laga di musim reguler IBL 2025.
Manajemen memutuskan untuk mengganti head coach dari Dhimaz Aniz Setiaputra kepada Andika Supriadi Saputra.
Langkah tersebut membuahkan hasil yang signifikan. Pacific finis di peringkat kesembilan di musim reguler 2025 dengan rekor 11-15.
Baca Juga: Masuki Musim 2026 Hangtuah Jakarta akan Memulai Era Baru
Padahal sebelumnya, di musim 2024, Pacific hanya menang tiga kali dari 26 pertandingan. Peningkatan prestasi ini tentu saja disambut penuh syukur oleh keluarga besar Pacific Caesar Surabaya.
Prestasi ini juga yang membuat Andika Supriadi Saputra kembali dipercaya untuk menyusun daftar pemain untuk menghadapi musim 2026 yang sebentar lagi akan dimulai.
Bukan perkara ringan bagi Andika untuk membangun skuat baru yang mumpuni. Pelatih ini akhirnya meramu tim baru dengan para pemain muda.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-16 Super League 2025/26, PSM Makassar Tantang Borneo FC di Segiri
Kerangka tim Pacific sendiri tidak banyak berubah. Masih ada Adonnecy Joshua Bramah, Daffa Dhoifullah, Gregorio Claudie Wibowo, dan pemain senior R. Azzaryan Pradhitya Jati.
Adonnecy Joshua Bramah memang menjadi salah satu kekuatan permainan Pacific musim lalu, dengan mencetak rata-rata 27.2 poin, 14.9 rebound, 5.5 assist, dan 1.3 steal per game.