SportlinkNews - Penurunan performa Oklahoma City Thunder dalam beberapa pekan terakhir mulai memunculkan tanda tanya.
Tim yang sempat melesat dengan rekor impresif 24-1 kini tak lagi terlihat dominan, memicu spekulasi apakah ini sekadar fase wajar atau sinyal kerentanan di tengah musim NBA.
Manajer umum OKC, Sam Presti, pernah menyebut setiap tim NBA pasti mengalami masa sulit setidaknya dua kali dalam satu musim.
Baca Juga: Roma Mencapai Kesepakatan Prinsip untuk Penyerang Aston Villa
Pandangan itu kini terasa relevan, setelah Thunder hanya mencatat rekor 6-6 dalam 12 laga terakhir, kontras dengan start fenomenal mereka.
Meski sempat bangkit lewat tiga kemenangan beruntun, aura tak terkalahkan Thunder mulai memudar. Tim-tim Wilayah Barat kini tampil lebih percaya diri saat menghadapi juara bertahan tersebut.
Ujian terdekat datang dari San Antonio Spurs, yang sejauh ini menjadi momok bagi OKC dengan rekor 3-0 musim ini. Kombinasi kedalaman guard Spurs dan kehadiran Victor Wembanyama kembali berpotensi mengganggu ritme Thunder.
Baca Juga: Jebolan PSG dan Liverpool, Mamadou Sakho Resmi Pensiun dari Sepak Bola Profesional
Dari sisi internal, performa Jalen Williams juga menjadi sorotan. Pemain yang musim lalu tampil di level All-NBA itu masih berjuang menemukan bentuk terbaiknya usai dua operasi pergelangan tangan.
Rata-rata poin dan akurasi tembakannya menurun, meski Thunder tetap berharap ia kembali ke performa puncak menjelang playoff.
Shai Gilgeous-Alexander tetap konsisten di level MVP, namun OKC kini lebih sering dipaksa bermain ketat hingga akhir laga. Di sisi lain, kontribusi ofensif Lu Dort dan Alex Caruso menurun, sementara pertahanan tim mulai menunjukkan celah.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu, Juara Dunia WorldSBK Tiga Kali yang Mencoba Mengadu Keberuntungan di MotoGP 2026
Dengan jadwal berat di depan, termasuk menghadapi Spurs, Rockets, Timberwolves, dan Nuggets, Thunder dihadapkan pada ujian penting.
Tur tandang empat laga, serta duel berat melawan Minnesota Timberwolves dan Denver Nuggets, yang berpotensi kembali diperkuat Nikola Jokic.
"Ini tim yang sangat bagus dan telah mengalahkan kami beberapa kali. Kami harus bermain dengan benar untuk menang, kalau tidak, kemungkinan besar kami kalah," kata Gilgeous-Alexander, realistis.
Baca Juga: Studi Ungkap Akar Masalah Kerusakan Sendi Kronis Manula
Situasi ini sangat kontras dengan kondisi dua bulan lalu, ketika Thunder tampak melaju tanpa hambatan. Kini, mereka berada di persimpangan.
Presti memilih tetap berpegang pada prinsipnya. "Jika kamu punya mentalitas dan perspektif yang benar sebagai pesaing, kamu bisa melewati masa sulit ini dan menjadi lebih baik," ujarnya.