basket

Dillon Brooks Disorot Usai Raih Pelanggaran Teknis ke-15, Dekat Skorsing di NBA

Rabu, 28 Januari 2026 | 23:10 WIB
Dillon Brooks kembali menjadi sorotan utama dalam kemenangan pada Selasa malam, 27 Januari 2026 waktu setempat, saat melawan Brooklyn. (Mark J. Rebilas)

SportlinkNews - Dillon Brooks kembali menjadi sorotan usai kemenangan Phoenix Suns atas Brooklyn Nets dalam lanjutan NBA, Selasa malam, 27 Januari 2026, waktu setempat. 

Meski tampil impresif dengan torehan 26 poin dalam kemenangan tipis 106-102, Brooks harus menerima pelanggaran teknis ke-15 musim ini, sebuah keputusan yang dinilainya kontroversial.

Insiden tersebut terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Brooks terlibat kontak dengan pemain Nets, Egor Demin. Dalam tayangan ulang, Demin terlihat memeluk Brooks cukup lama hingga keduanya terjatuh ke lantai. 

Baca Juga: Andalkan Pemain Ke-6, Timnas Futsal Indonesia Siap Hadapi Kirgizstan di AFC Futsal Asian Cup 2026

Keputusan wasit yang tetap menjatuhkan pelanggaran teknis kepada Brooks memicu tanda tanya, bahkan di kalangan kru siaran televisi Suns yang kesulitan menemukan dasar pelanggaran tersebut.

Pelanggaran teknis itu membuat posisi Brooks semakin berada di batas sanksi otomatis.

Sesuai regulasi NBA, satu pelanggaran teknis tambahan akan berujung skorsing satu pertandingan, dan setiap pelanggaran berikutnya juga akan berdampak sama. 

Baca Juga: Proliga 2026: Phonska Plus Bidik Sapu Bersih Dua Laga Kandang di Gresik

Dengan sisa 35 laga di musim reguler, Brooks kini dituntut menjaga emosinya agar tetap bisa membantu tim di fase krusial.

Usai pertandingan, Brooks tak menutupi kekecewaannya terhadap cara wasit memperlakukannya. Ia menilai terdapat perbedaan standar perlakuan antara pemain berstatus bintang dan pemain lainnya.

"Saya pikir perlakuan itu bagus jika Anda seorang All-Star. Tapi ketika bukan All-Star, Anda justru mendapat perlakuan terburuk," ujar Brooks.

Baca Juga: Thailand Masters 2026: Rian/Rahmat dan Leo/Bagas Kompak Lolos Babak Kedua

"Mungkin para wasit perlu kelas komunikasi agar bisa lebih memahami pemain, sebagaimana kami juga berusaha memahami mereka."

Brooks juga menyinggung reputasi yang melekat padanya sejak awal karier. Menurutnya, rasa hormat dari ofisial pertandingan tidak datang dengan mudah dan harus dibangun perlahan.

"Ketika pertama kali datang, saya harus mencari cara untuk mendapatkan rasa hormat. Itu saya bangun sedikit demi sedikit hingga akhirnya melekat sebagai reputasi. Saya sudah terbiasa bermain dengan kondisi seperti ini setiap pertandingan," lanjutnya.

Baca Juga: McTominay Tak Terkejut Lihat Manchester United Bangkit Bersama Carrick

Di tengah kontroversi tersebut, kontribusi Brooks tetap krusial bagi Phoenix Suns. Tim asuhan Frank Vogel kini bertengger di peringkat keenam Wilayah Barat dan terus menunjukkan potensi sebagai penantang serius di playoff. 

Namun, peran Brooks dalam ambisi tersebut sangat bergantung pada kemampuannya menjaga emosi agar tetap berada di lapangan—bukan di ruang ganti karena sanksi.

Tags

Terkini