SportlinkNews - Duel kedua playoff antara San Antonio Spurs dan Portland Trail Blazers, Selasa, 21 April waktu setempat diprediksi berjalan lebih ketat setelah hasil timpang di gim pembuka.
Spurs memulai seri dengan meyakinkan usai menang 111-98 pada Game 1.
Namun, laga berikutnya akan menjadi panggung penting bagi kedua tim untuk melakukan koreksi, terutama dalam merespons dampak besar yang ditimbulkan Victor Wembanyama.
Baca Juga: Menang Meyakinkan Atas JPE, Popsivo Selangkah Lagi Finis di Posisi Ketiga
Penampilan perdana di playoff langsung diwarnai catatan gemilang bagi Wembanyama. Ia mengemas 35 poin dan memecahkan rekor klub yang sebelumnya dipegang Tim Duncan.
Meski demikian, kontribusinya belum sepenuhnya seimbang. Catatan rebound yang di bawah standar musimannya, serta minimnya assist, menjadi ruang yang bisa diperbaiki.
Dengan tekanan fisik yang kemungkinan meningkat dari Portland, kemampuan adaptasi Wembanyama akan kembali diuji.
Baca Juga: Maverick Vinales Absen dari MotoGP Spanyol di Jerez, Fokus Pemulihan Cedera
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, mengatakan bahwa Wembanyama memiliki target dan ekspektasi yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Meraih kemenangan menjadi prioritas utama dalam daftar tersebut, terutama pada bulan April, Mei, dan Juni.
"Apa pun yang diperlukan" adalah jawabannya.
Di kubu lawan, masalah utama Portland masih berkutat pada efektivitas serangan. Deni Avdija memang tampil menonjol dengan torehan poin tertinggi tim, tetapi kurangnya kontribusi dari pemain lain membuat Blazers kesulitan mengejar.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Terjebak di Zona Merah, De Zerbi Tolak Pemikiran Negatif
Penampilan kurang optimal dari Jrue Holiday dan Shaedon Sharpe menjadi faktor yang harus segera dibenahi. Jika akurasi tembakan tak kunjung membaik, Blazers akan kembali kesulitan menembus pertahanan solid Spurs.
Sementara itu, pelatih Mitch Johnson berada dalam situasi berbeda. Setelah Game 1 berjalan relatif terkendali, tantangan sesungguhnya justru hadir di laga kedua saat lawan mulai melakukan penyesuaian.
Kemampuan membaca perubahan permainan dan menentukan rotasi akan menjadi kunci bagi Spurs untuk menjaga momentum.