basket

SGA Akui Tampil di Bawah Standar Saat Thunder Ditumbangkan Spurs

Selasa, 19 Mei 2026 | 22:59 WIB
Malam berat bagi MVP NBA 2026, Shai Gilgeous-Alexander. Ia menyaksikan timnya kandas di Gim 1 Final Wilayah Timur dari San Antonio Spurs, Selasa, 19 Mei waktu setempat, di Paycom Center. (AP)

SportlinkNews - Malam yang seharusnya menjadi perayaan bagi Shai Gilgeous-Alexander justru berakhir pahit.

Setelah menerima trofi MVP NBA 2026, bintang Oklahoma City Thunder itu justru harus menelan kekalahan.

Thunder tumbang 115-122 dari San Antonio Spurs pada Gim 1 Final Wilayah Barat yang berlangsung hingga dua kali overtime, Selasa, 19 Mei waktu setempat.

Baca Juga: Pedro Acosta Tercepat di Tes MotoGP Barcelona, Jorge Martin Alami Kecelakaan

Kekalahan di Paycom Center itu menjadi noda pertama Thunder di playoff musim ini. Lebih dari itu, Oklahoma City kembali kesulitan menghadapi Spurs, satu-satunya tim yang paling sering memberi mereka kekalahan sepanjang musim 2025/2026.

SGA tak mencari alasan atas hasil buruk tersebut. Ia secara terbuka mengakui permainannya belum cukup baik untuk membawa Thunder melewati tekanan Spurs.

"Kami harus bermain lebih baik. Terutama saya. Saya harus bermain lebih baik terlebih saat melawan tim sekaliber itu," katanya.

Baca Juga: KONI Gelar Rakernas dan Musornaslub, Bahas Tuan Rumah PON 2032

Secara statistik, guard asal Kanada itu masih tampil impresif dengan membukukan 24 poin dan 12 assist. Namun efisiensinya jauh dari biasanya. Ia hanya memasukkan tujuh tembakan dari 23 percobaan selama bermain 51 menit.

Pertahanan agresif Spurs menjadi salah satu faktor utama yang membuat SGA kesulitan sejak awal pertandingan. Jalur penetrasinya terus ditutup hingga ia dipaksa lebih sering melepas bola kepada rekan-rekannya.

"Saya hanya mencoba memanfaatkan apa yang diberikan pertahanan kepada saya. Di awal mereka sangat rapat di area celah, jadi saya lebih banyak memberi umpan ke penembak terbuka," ucapnya.

Baca Juga: Apriyani/Lanny Menangi Duel Derby Indonesia di Babak Pertama Malaysia Masters 2026

Menurut SGA, Spurs perlahan mulai melonggarkan pertahanan pada paruh kedua. Namun, ia merasa gagal memaksimalkan peluang yang mulai muncul.

"Saya pikir mereka mulai sedikit melonggarkan pertahanan dan saya bisa menemukan celah. Tapi secara pribadi saya tidak cukup memanfaatkannya malam ini," katanya.

Thunder sebenarnya sempat menjaga harapan tetap hidup setelah layup SGA memaksa skor menjadi 101-101 dan membawa pertandingan ke overtime pertama.

Baca Juga: Alex Marquez Sukses Jalani Operasi Tulang Selangka dan Lakukan Pemulihan

Namun momentum akhirnya berpindah setelah Victor Wembanyama mencetak tripoin jarak jauh yang memaksa overtime kedua.

Dominasi Wembanyama menjadi masalah besar yang belum mampu dipecahkan Thunder. Pebasket asal Prancis itu tampil luar biasa dengan 41 poin dan 24 rebound, sekaligus mengontrol area paint sepanjang pertandingan.

SGA mengakui kehadiran Wembanyama membuat para pemain Thunder harus berpikir dua kali setiap menyerang ring.

Baca Juga: Johann Zarco Alami Cedera Lutut Pasca Insiden di GP Catalunya Bakal Lewati Dua Balapan

"Kami harus agresif tapi tetap cerdas. Dia sangat kuat di bawah ring. Kami hanya harus lebih sabar dan memastikan mendapatkan peluang terbaik di setiap penguasaan bola," tambahnya. 

Meski kecewa dengan hasil Gim 1 ini, SGA memastikan Thunder tidak ingin larut terlalu lama.

Ia menilai seri final wilayah masih sangat panjang dan Oklahoma City harus segera belajar dari kesalahan sebelum Gim 2, pada Rabu, 20 Mei waktu setempat.

Baca Juga: Demi Piala Dunia 2026, Chivu Kasih Dispensasi Pemain Inter Milan

"Kami harus terus berkembang di setiap pertandingan. Kami pernah bangkit setelah kalah di Game 1 sebelumnya, dan kami harus melakukannya lagi kalau ingin punya peluang di seri ini," tegas Gilgeous-Alexander. 

Tags

Terkini