basket

Pelita Jaya Waspadai Konsistensi Bogor di Final IBL 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 22:20 WIB
Para pemain Pelita Jaya Jakarta sedang berlatih mempersiapkan diri terakhir jelang seri final IBL 2026 pertama di Pelita Jaya Arena, Jakarta, Kamis, 18 Juni. PJ akan hadapi sang penantang Hornbills.

SportlinkNews - Perjalanan panjang musim 2026 kini mengantar Pelita Jaya Jakarta ke panggung terakhir.

Setelah berhasil melewati rintangan berat di semifinal dengan menumbangkan juara bertahan Dewa United, tim ibu kota kini dihadapkan pada tantangan berbeda, yakni menghadapi Bogor Hornbills dalam perebutan gelar IBL 2026.

Seri final yang akan memainkan format best of five ini akan dimulai pada Jumat, 19 Juni 2026, di Pelita Jaya Arena, Jakarta. 

Baca Juga: MotoGP Ceko: Rivalitas Semakin Tajam antara Aprilia, Ducati, dan KTM

Meski berstatus unggulan dan memiliki keuntungan bermain di kandang pada dua gim awal, Pelita Jaya memilih untuk tidak terlena.

Pelatih David Singleton menilai lawannya kali ini merupakan salah satu tim yang menunjukkan perkembangan paling konsisten sepanjang kompetisi.

Menurut Singleton, keberhasilan Bogor melangkah hingga final bukanlah sebuah kebetulan.

Baca Juga: Alex Marquez Dapat Lampu Hijau Ikuti FP1 GP Ceko

Tim asal Kota Hujan tersebut dinilainya mampu menjaga identitas permainan serta mempertahankan kualitas performa sejak musim reguler hingga babak playoff.

"Bogor melakukan pekerjaan yang luar biasa sepanjang musim ini. Mereka percaya pada proses yang mereka jalani dan para pemain yang mereka miliki," ujar Singleton saat ditemui di Pelita Jaya Arena, Kamis, 18 Juni.

"Kami sangat menghormati mereka dan memahami tantangan yang akan kami hadapi di seri ini." 

Baca Juga: Nestor Lorenzo Ungkap Penyebab Kolombia Sempat Kelabakan Hadapi Skema Uzbekistan

Pelita Jaya datang ke final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Kemenangan atas Dewa United di semifinal membuat runner-up tahun lalu ini semakin yakin dengan kemampuan mereka menghadapi tekanan pertandingan besar.

Sang pelatih menilai timnya sedang berada dalam kondisi ideal setelah mendapatkan kembali kebugaran fisik para pemain dan menyelesaikan berbagai evaluasi teknis.

Fokus persiapan kini tidak hanya menyentuh aspek permainan, tetapi juga kesiapan mental. Singleton menilai final membutuhkan pendekatan berbeda karena setiap detail dapat menentukan hasil akhir.

Baca Juga: Dianggap Cederai Sportivitas, Gaya Penalti Jinjit Harry Kane Didorong untuk Dilarang

Pelatih asal Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa timnya berusaha menjaga momentum positif yang sudah terbangun sejak playoff dimulai.

Namun ia menegaskan seluruh pencapaian sebelumnya tidak akan berarti jika Pelita Jaya gagal membuka final dengan hasil maksimal.

Format best of five yang digunakan pada partai puncak membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting. Kesempatan tampil di depan pendukung sendiri pada awal seri final dianggap sebagai modal yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Baca Juga: Preview Meksiko vs Korea Selatan: El Tricolor Bakal Kesulitan Menghadapi Taeguk Warriors

Bagi Singleton, target utama saat ini bukan memikirkan keseluruhan seri, melainkan memastikan timnya mampu merebut gim pembuka.

"Kami ingin memulai dengan baik. Fokus kami hanya pertandingan pertama. Bermain di kandang memberikan kesempatan untuk mendapatkan awal yang bagus dan kami ingin menjaga kandang kami," katanya.

Di balik ambisi merebut gelar, Pelita Jaya juga membawa motivasi tambahan dari pengalaman musim lalu. Kegagalan yang sempat mereka rasakan menjadi bahan bakar untuk menuntaskan musim ini dengan pencapaian terbaik.

Baca Juga: Gegara Huruf V Habis, Adidas Tunda Pengiriman Jersei Jerman

Singleton pun tidak menghindari tekanan yang datang menjelang final. Baginya, ekspektasi besar merupakan konsekuensi yang harus diterima tim yang memiliki target juara.

"Saya pikir tekanan adalah hal yang baik. Itu menunjukkan ada harapan besar terhadap tim ini. Kami menikmati kesempatan untuk bersaing dan berjuang memenangkan gelar," tuturnya.

Tags

Terkini