SportlinkNews - Menghadapi Bogor Hornbills pada seri final Indonesian Basketball League (IBL) 2026, Pelita Jaya Jakarta tidak hanya mempersiapkan strategi untuk menghentikan permainan tim secara keseluruhan.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada satu nama yang sepanjang musim menjadi motor kesuksesan sang penantang, yakni Travin Tibideaux.
Pemain asing asal Amerika Serikat tersebut tampil luar biasa sepanjang kompetisi hingga akhirnya dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) IBL 2026.
Baca Juga: Preview Ceko vs Afrika Selatan: Duel Sengit akan Terjadi di Lini Tengah
Konsistensinya dalam mencetak angka menjadi salah satu faktor utama yang membawa Bogor mencatat sejarah dengan menembus final untuk pertama kalinya.
Pelatih Pelita Jaya David Singleton mengakui Tibideaux merupakan ancaman terbesar yang harus diantisipasi timnya dalam perebutan gelar juara.
Menurutnya, pemain berpostur 203 sentimeter itu memiliki kemampuan mencetak poin dalam berbagai situasi dan sulit dihentikan oleh satu pemain saja.
Baca Juga: Ogah Ladeni Kritik Publik, Kylian Mbappe Ingin Bawa Prancis Juara Piala Dunia 2026
"Tibideaux menjalani musim yang luar biasa. Dia sangat konsisten dan bisa mencetak angka melawan siapa pun. Itu menjadi tantangan besar bagi kami untuk mencoba memperlambat permainannya," ungkap Singleton di Pelita Jaya Arena, Kamis, 18 Juni 2026.
Meski demikian, Singleton menegaskan fokus Pelita Jaya tidak hanya tertuju pada satu pemain. Ia menilai keberhasilan Bogor melaju hingga final merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun sepanjang musim.
Karena itu, Pelita Jaya berupaya menyiapkan pendekatan pertahanan yang disiplin untuk menghadapi tim yang dikenal memiliki transisi cepat serta eksekusi serangan yang efektif.
Baca Juga: Shin Tae-yong Utamakan Etos Kerja Kolektif di Persija Jakarta
Kapten Pelita Jaya, Andakara Prastawa menambahkan, bahwa seluruh persiapan teknis telah dirancang oleh jajaran pelatih.
Tugas para pemain kini adalah memastikan setiap rencana yang telah disusun dapat dijalankan secara maksimal saat pertandingan berlangsung.
Menurut Prastawa, aspek pertahanan menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan menghadapi Bogor. Ia menilai kemampuan lawan dalam mencetak angka harus diimbangi dengan disiplin bertahan selama empat kuarter.
Baca Juga: Preview Meksiko vs Korea Selatan: El Tricolor Bakal Kesulitan Menghadapi Taeguk Warriors
"Game plan sudah dipersiapkan. Tinggal bagaimana kami mengeksekusinya saat pertandingan. Yang terus diingatkan adalah bagaimana kami bisa bertahan dengan baik menghadapi Bogor," ujarnya.
Meski datang ke final dengan status unggulan dan keuntungan bermain di kandang pada dua pertandingan awal, Prastawa menegaskan timnya tidak ingin terlalu memikirkan label tersebut.
Baginya, yang terpenting adalah bagaimana Pelita Jaya mampu memainkan identitas permainannya sendiri.
Baca Juga: Gegara Huruf V Habis, Adidas Tunda Pengiriman Jersei Jerman
Ia menambahkan, target jangka pendek yang kini menjadi fokus tim adalah merebut kemenangan pada gim pertama dan membuka keunggulan dalam seri best of five.
"Kami tentu harus yakin. Tapi fokus kami adalah Pelita Jaya, apa yang harus kami lakukan. Kami ingin mengambil kemenangan pertama lebih dulu dan unggul 1-0," tegasnya.
Di balik target memenangkan gim pembuka, tersimpan ambisi yang lebih besar. Setelah gagal mempertahankan gelar musim lalu, Pelita Jaya datang ke musim 2026 dengan misi yang belum terselesaikan.
Baca Juga: Saddil Ramdani Bicara Soal Peluang Persib di Ajang ASEAN Club Championship 2026/27
Prastawa menyebut kesempatan tampil di final kembali menjadi peluang untuk menuntaskan pekerjaan yang tertunda dan mengembalikan trofi juara ke tangan Pelita Jaya.
"Unfinished business kami adalah menjadi juara. Musim lalu kami ingin back-to-back champion, dan sekarang kami ingin merebut kembali gelar juara untuk Pelita Jaya," tuturnya.