"Informasi tentang pertandingan kan dari koran. Pertandingan live juga dari TV, nggak ada Youtube dulu."
"Jadi sekarang pilihan orang tuh lebih beragam. Elo mau dateng ke lapangan atau mau nonton live streaming. Tapi kan kita tetap mengusahakan agar orang-orang datang ke lapangan," jelas Ali.
Baca Juga: Lolos ke Putaran 2 BCL Asia 2024, Pelita dan Prawira Hasil Tempaan Keras Kompetisi IBL
Ali menyebutkan justru basket era sekarang malah lebih bagus. "Kita ngomong secara industri ya," katanya.
"Tapi emang banyak yang bilang lebih atraktif dan showtime yang dulu ya. Ya perbedaan itu pasti ada. Orang kan gak ter-brainwash dalam satu titik, tapi banyak titik."
Apalagi zaman sekarang, kata Ali, untuk bisa menjangkau orang lain, tinggal kita pantau saja medsosnya.
"Beda sama zaman dulu. Kalau pengen tahu kan kita harus datang ke lapangan," terang pria 4 anak ini.
"Ini juga berkaitan dengan kerjaan gue. Bagaimana agar laga home Borneo menarik orang untuk datang ke lapangan. Tapi itu kan memang butuh proses ya," ungkapnya.
Saat ditanya soal tim basket Indonesia, Ali berpendapat saat ini tim basket sedang beradaptasi. "Waktu kita menuju world cup grafik basket kita kan going up. Semuanya naik."
Baca Juga: Yudha Saputera Guard Lokal Terbaik di BCL Asia 2024
"Nah, habis selesai world cup harusnya kan ada efeknya yang cukup lama. Nah, sekarang lagi turun nih. Gue harap sih nanti akan naik lagi. Ini kan kita lagi beradaptasi," harapnya.
Soal tim basket yang saat kualifikasi beberapa waktu lalu mengalami kekalahan, menurut Ali dirinya percaya sama pelatih, sama pemain yang diberangkatkan.
"Cuma jangan sampai momen yang sudah kita dapat dari world cup itu malah drop. Jadi, sayang kan. Tapi gue harap ini kan proses ya, adaptasi," katanya.
Baca Juga: IBL Tokopedia All-Star 2024: Yudha Saputera dan Arighi Jadi Guard Tim Future