basket

Ali Budimansyah Curhat di Berisik Republik, dari Tantangan Densu sampai Industri Basket Indonesia

Minggu, 14 April 2024 | 12:00 WIB
Ali Budimansyah legenda basket Indonesia (IG Ali Budimansyah)

"Apa ada pengaruh dari politik?" tanya Kurniadi.

"Bisa jadi. Zaman gue kan gak ada politik-politikan. Kalau zaman sekarang kan udah kecampur sama olahraga. Suka dijadiin batu loncatan."

"Tapi kan, ada yang dijadiin batu loncatan, tapi ngurusnya bener. Tapi ada juga yang dijadiin batu loncatan, tapi ngurusnya nggak bener. Yang ngurusnya nggak bener ini kan yang jadi tumor," tegas Ali.

Baca Juga: IBL Tokopedia All-Star 2024: Abraham Damar dan Andakara Prastawa Masuk Tim Guard Legacy

Harapan Ali terhadap industri basket Indonesia saat ini? "Harapan gue sih jangan sampai momen yang sudah ada nggak dimanfaatkan," ujarnya.

"Iklim kompetisi sudah mulai baik, IBL juga ingin klub-klub dapat keuntungan dari home away itu."

"Mungkin gak apple to apple. Misalnya ngeluarin 2 M dapatnya cuma 200 juta. Mungkin belum, ngeluarin 1 M dapat 1 M atau 5M. Mungkin belum. Mungkin tiga tahun ke depan."

Baca Juga: 5 Pemain NBA Terhebat yang Memenangkan March Madness

"Tapi harus dicoba. Harus dipaksakan. Gue setuju dengan yang Junas (Presiden IBL) bilang. Karena buat pemilik klub yang sudah invest akan mendapatkan impactnya, tapi itu kan butuh proses, Bro," jelas Ali.

"Harus ada keberlanjutan. Kayak NBA gitu. Itu juga kan butuh waktu. Nah, Indonesia tuh sekarang sedang kerjasama dengan liga Jepang untuk mengarah ke sana."

"Dan gue seneng ada satu orang dari liga Jepang yang mau sharing ke kita."

"Awalnya ya ini di sistem home away. Di sistem Home away kita istirahatnya lebih banyak ketimbang model Seri. Ini upaya untuk mencegah pemain mengalami cedera dan cukup istirahat," kata Ali.

Halaman:

Tags

Terkini