Selain IBL, Pelita Jaya juga sempat bermain di Basketball Champions League (BCL) Asia. Pengalaman ini membuat mental para pemain Pelita Jaya semakin terasah menghadapi laga-laga penuh tekanan.
Bukti bahwa perubahan ini membawa hasil yang bagus adalah di Final IBL 2024. Di mana Pelita Jaya bisa bangkit dari kekalahan di game pertama.
Coach Ahang berhasil mengulang sukses dengan mengantarkan Pelita Jaya juara dengan dua kemenangan berturut-turut di seri final tahun ini.
Baca Juga: Seri 3 Kejurnas Slalom Yogyakarta Toyota Gazoo Racing Indonesia Jaga Tren Positif
Youbel Sondakh - Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta
Pada roster awal musim, Youbel Sondakh menjabat sebagai associate coach. Sementara head coach dipegang oleh Manuel Pena Garces.
Satria Muda rupanya mencoba untuk kembali menggunakan pelatih asing. Karena menurut pengalaman, pelatih asing sekelas Milos Pejic bisa membawa mereka juara.
Baca Juga: Bos Ducati Pasang Badan Karena Memilih Marc Marquez untuk MotoGP 2025
Tapi apa mau dikata, Manuel Pena Garces bukan sosok yang tepat berada di bench Satria Muda. Mereka terpuruk di pertengahan musim.
Satria Muda harus menanggung malu dengan enam kekalahan dari 15 laga, termasuk kalah dari Satya Wacana Salatiga, yang belum pernah terjadi sepanjang perjalanan klub tersebut.
Dengan rekor buruk ini, akhirnya Satria Muda mengembalikan kursi panas kepada Youbel Sondakh.
Baca Juga: Performa Buruk Aprilia di MotoGP Bikin Massimo Rivola Geram
Ketika Coach Youbel kembali, Satria Muda seperti bangun dari tidurnya. Mereka mencetak rekor 10-1, termasuk 10 kemenangan beruntun untuk menutup musim reguler 2024.
Tidak hanya itu saja, Coach Youbel membawa Satria Muda sampai ke final tahun ini.
Meski belum berhasil menjadi juara, setidaknya kebangkitan Satria Muda membuktikan kualitas seorang Youbel Sondakh sebagai pelatih.