SportlinkNews - Dunia bola basket Indonesia kehilangan sosok terbaiknya. Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih meninggal dunia pada usia 69 tahun karena serangan jantung di RS Medistra, Jakarta, Kamis (5/9).
Pria yang akrab disapa Suk Danny ini memiliki semangat juang yang luar biasa terhadap perkembangan bola basket di tanah air.
Suk Danny lahir di Semarang pada 20 Februari 1955 dengan nama lahir Kho Po Thay. Suk Danny mengawali kecintaannya terhadap bola basket dari ayahnya.
Baca Juga: Menko PMK Menyambangi Venue PON XXI di Sumut, Optimis Kelar Tepat Waktu
Suk Danny mulai mengikuti latihan di perkumpulan bola basket Kuo You Hui Semarang (sekarang Perkumpulan Bola Basket Kumala Jaya). Dari klub tersebut dia tumbuh sebagai pemain basket.
Pada Tahun 1973, Suk Danny terpilih menjadi salah satu pemain untuk mewakili Jawa Tengah dalam Kompetisi Nasional Bola Basket Pelajar di Jakarta.
Pada kompetisi tersebut Suk Danny terpilih sebagai pemain terbaik. Namun kariernya sebagai pemain tidak secemerlang ketika menjadi pelatih.
Baca Juga: Jepang Sukses Garap Basket Jadi Industri Menggiurkan, IBL Ajak B League Berbagi Pengetahuan
Salah satu warisannya di basket profesional adalah menjadi pelatih pertama Satya Wacana Salatiga saat mengarungi liga profesional.
Coach Danny menjadi pelatih Satya Wacana selama dua musim kompetisi (2010-11 dan 2011-12).
Coach Danny meninggalkan Satya Wacana setelah mendapatkan mandat dari PP Perbasi untuk menjadi pelatih Timnas U18 di tahun 2012.
Baca Juga: Leo Gaucho Masih Jadi Andalan Pieter Huistra untuk Menjalani Pertandingan Liga 1
Namanya semakin dikenal setelah Coach Danny terpilih sebagai Ketua Umum PP Perbasi pada tahun 2015.
Pada masa kepemimpinan Danny Kosasih, Perbasi meraih kejayaannya, seperti meraih medali emas SEA Games untuk kategori putra dan putri.