SportlinkNews - Satria Muda Pertamina Jakarta melakoni peran yang tidak menyenangkan di musim kompetisi IBL 2024. Pada laga final, Satria Muda yang sudah unggul lebih dulu harus menjalani Game 3.
Hal itu terjadi setelah pada Game 2, Pelita Jaya berhasil menyamakan kedudukan sehingga diperlukan Game 3 untuk menentukan sang juara IBL 2024.
Pada game penentuan tersebut, Pelita Jaya akhirnya berhasil meraih mahkota juara IBL musim 2024.
Baca Juga: Andres Iniesta Akhiri Karier Sepak Bola Profesionalnya Berencana Jadi Pelatih
Seperti dejavu, pada turnamen pramusim IBL All Indonesian 2024 kedua tim bertemu di final dan harus menjalani Game 3 yang lagi-lagi dimenangkan Pelita Jaya.
Dikalahkan Pelita Jaya dua kali berturut-turut dalam dua laga bergengsi tentunya membuat kinerja pelatih mendapat sorotan.
Ini tentunya menjadi pukulan berat bagi skuad Satria Muda. Sementara tim akan melakukan evaluasi, head coach Youbel Sondakh tidak mau berspekulasi tentang masa depannya di Satria Muda.
Baca Juga: Megawati Dapat Partner Baru, Pelatih Red Sparks Optimis Hadapi Kompetisi V-League 2024/2025
Sedikit refresh, Youbel Sondakh kembali menduduki kursi pelatih Satria Muda setelah manajemen memberhentikan Manuel Pena Garces yang tidak memenuhi ekspektasi.
Kembalinya Coach Youbel, memang sukses membangkitkan timnya. Satria Muda akhirnya kembali ke final liga tahun ini.
Tetapi Satria Muda kalah 1-2 oleh Pelita Jaya, dan lagi-lagi dikalahkan oleh tim yang sama, dan dengan kekalahan yang sama (1-2).
Baca Juga: Persaingan Panas Dua Pelatih Lokal di Duel Klasik IBL All Indonesia 2024
"Pengalaman ini yang saya takutkan. Pengalaman buruk ini menyebabkan mental tidak baik. Kalau pengalaman seperti itu terlalu banyak, bisa berdampak buruk bagi kami," ujar Youbel dalam satu kesempatan.
Tetapi di sisi lain, Youbel juga menyerahkan semuanya pada manajemen. Evaluasi jelas akan dilakukan oleh manajemen, sampai ke jajaran pelatih.