Real Madrid Catat Pendapatan Rekor €1,185 Miliar Berkat Operasional Stadion dan Komersial

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 24 Juli 2025 | 23:30 WIB
Real Madrid mencetak rekor pendapatan €1,185 miliar di 2024-2025, didorong oleh operasional stadion dan peningkatan bisnis komersial. (Real Madrid)
Real Madrid mencetak rekor pendapatan €1,185 miliar di 2024-2025, didorong oleh operasional stadion dan peningkatan bisnis komersial. (Real Madrid)

SportlinkNews - Real Madrid kembali menunjukkan dominasinya dalam ranah keuangan sepak bola global dengan mencetak rekor pendapatan sebesar €1,185 miliar untuk tahun keuangan 2024-2025.

Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 10,4% dibanding tahun sebelumnya (€1,073 miliar), sekaligus menandai tahun kedua berturut-turut klub tersebut menembus angka miliaran euro, sebuah capaian yang hingga kini belum mampu disamai oleh klub lain.

Laporan keuangan terbaru ini tidak memasukkan hasil dari penjualan pemain, sehingga mencerminkan kekuatan riil dari model bisnis klub.

Baca Juga: Dulu Bersaing, Kini Berjuang Bersama: Julio Cesar dan Frans Putros Berjibaku untuk Persib di Super League 2025/26

Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah beroperasinya kembali stadion Santiago Bernabéu secara penuh setelah proses renovasi besar-besaran.

Pendapatan berulang dari kapasitas stadion dan kegiatan komersial meningkat 38% dibanding tahun sebelumnya, meskipun skema penjualan “personal seat license” mengalami penurunan.

Kembalinya aktivitas pertandingan secara penuh di stadion turut mendorong pertumbuhan pendapatan dari lini bisnis tambahan seperti penjualan merchandise, kerja sama sponsor, serta layanan perjamuan korporat.

Baca Juga: Resmi! David da Silva dan Gustavo Franca Bela Malut United FC di Super League 2025/26

Meski begitu, sektor katering dan konser masih berjalan terbatas dan baru diprediksi berkontribusi secara optimal mulai tahun 2025-2026 mendatang.

Dari sisi lini bisnis, hampir semuanya mencatat pertumbuhan kecuali pendapatan siaran.

Penurunan di sektor ini disebabkan oleh berkurangnya distribusi dari LaLiga dan hilangnya dana dari market pool UEFA akibat perubahan model pembagian pendapatan.

Baca Juga: Jersey Kandang Venezia Mengaburkan Batas antara Mode, Budaya, dan Sepak Bola

Namun, penurunan ini berhasil ditekan berkat pendapatan dari pertandingan persahabatan, partisipasi di final Copa del Rey, dan babak awal FIFA Club World Cup.

Aktivitas komersial menjadi motor penggerak penting lainnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: insidersport

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB
X