Malaysia Gagal Total di All England 2025, Rexy Mainaky Malu dan Frustrasi

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Selasa, 18 Maret 2025 | 04:30 WIB
Rexy Mainaky merasa malu dan frustrasi setelah Malaysia gagal total dalam ajang All England 2025. (X.COM/BADMINTONTALK)
Rexy Mainaky merasa malu dan frustrasi setelah Malaysia gagal total dalam ajang All England 2025. (X.COM/BADMINTONTALK)

Beberapa pemain yang tampil buruk di All England 2025 di antaranya adalah ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dan Arif Junaidi/Yap Roy King.

Baca Juga: Bruno Fernandes Sakit Hati, tapi Termotivasi Kritik Tajam Roy Keane

Selain itu, ganda campuran Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dan Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin juga gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Di sektor tunggal, Leong Jun Hao harus angkat koper lebih awal setelah dikalahkan Jonatan Christie.

Salah satu faktor yang disoroti dalam kegagalan ini adalah adaptasi pemain dengan pelatih kepala baru, Herry Iman Pierngadi atau yang akrab disapa Herry IP.

Baca Juga: Bukan yang Pertama, Sandy Walsh Susul Emil Audero dan Jordi Amat Tantang Ronaldo

Herry IP, yang baru bergabung dengan tim Malaysia pada Februari 2025, hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan tim sebelum All England.

Rexy menyebut bahwa waktu yang singkat ini menjadi kendala bagi para pemain dalam menyerap taktik baru.

"Herry hanya punya dua minggu untuk menerapkan strategi baru, dan jelas itu belum cukup."

Baca Juga: Duel Marquez Bersaudara di MotoGP Argentina 2025, Dall'Igna: Luar Biasa!

"Ini bisa menjadi salah satu penyebab utama performa buruk kami," kata Rexy.

Kegagalan Malaysia di All England 2025 tidak hanya membuat Rexy kecewa, tetapi juga menyebabkan ketidakpuasan di internal BAM.

Beberapa pejabat BAM dilaporkan kecewa dengan minimnya semangat juang para pemain senior Malaysia di Birmingham.

Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tempur, Adaptasi Pemain dan Pelatih Baru Berjalan Lancar

Mereka menganggap bahwa para pemain tidak menunjukkan mentalitas bertarung yang cukup untuk menghadapi persaingan di level tertinggi.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: New Strait Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X