SportlinkNews - Tiga bulan sejak dimulainya musim kompetisi bulu tangkis 2025, performa para atlet Pelatnas Cipayung dinilai PBSI masih belum memuaskan.
Dari berbagai turnamen yang telah diikuti sejak awal tahun, hanya Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang mencatatkan hasil bagus.
Bagas/Leo menjadi runner up All England yang merupakan BWF World Tour 1000, sedangkan Lanny/Fadia menjuarai Thailand Masters BWF World Tour 300.
Hasil itu dinilai belum memenuhi ekspektasi yang diharapkan. Mengingat ada beberapa target yang dinilai gagal diraih terutama di turnamen-turnamen lebih tinggi.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda: Kombinasi Olahraga Terbaik untuk Cegah Penuaan Dini
Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat kepada media di Pelatnas PBSI mengatakan jika hasilnya masih kurang memuaskan.
Apalagi bila melihat beberapa pemain di luar Pelatnas, seperti Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani serta Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, justru mampu menunjukkan performa lebih baik dalam beberapa turnamen.
Taufik Hidayat pun mempertanyakannya, apalagi segala fasilitas terbaik, mulai tempat latihan, asrama, hingga urusan administrasi sudah disediakan. Apa yang salah menurutnya.
"Di sini kan tinggal mikirin latihan yang benar, pertandingan, dan cari prestasi. Kontrak sponsor sudah ada masing-masing, dari awal sudah tahu angkanya berapa, apa lagi yang harus dipikirkan?," ujar Taufik Hidayat.
Baca Juga: Kevin Diks Bagi-Bagi Jersey di Hotel Timnas, Fans Berebut sebelum Pulang ke Klub
Sebaliknya, justru atlet yang di luar Pelatnas menghadapi tantangan yang lebih besar, mencari tempat latihan, mengurus administrasi, transportasi, hingga mengatur biaya kebutuhan sendiri saat turnamen, ternyata lebih menunjukkan hasil yang cukup baik.
Bahkan dalam beberapa kasus, Taufik melihat, justru lebih unggul dibandingkan pemain Pelatnas.
Melihat hasil triwulan pertama ini, maka PBSI mulai tahun ini akan menerapkan sistem promosi dan degradasi yang lebih fleksibel.
Baca Juga: MotoGP Amerika: Mampukah Marc Marquez Meraih Kemenangan untuk ke-8 Kalinya di COTA?
Jika sebelumnya sistem ini hanya dilakukan setahun sekali, kini evaluasi bisa dilakukan kapan saja berdasarkan performa atlet.
Atlet yang telah diberikan banyak kesempatan tetapi belum menunjukkan perkembangan signifikan berpotensi digantikan oleh pemain yang lebih kompetitif. PBSI menegaskan akan memberikan 10 kali kesempatan.
"Kalau ada pemain yang sudah diberi 10 kesempatan tetapi tidak ada hasil yang memuaskan, apalagi sudah cukup lama di Pelatnas, maka tidak ada alasan untuk terus mempertahankan mereka," tegas Taufik Hidayat.
Baca Juga: Media Vietnam Tulis Kemenangan Dramatis Timnas Indonesia, Selangkah Menuju Piala Dunia
Meski diberlakukan sistem degradasi baru, namun keputusan untuk memasukkan atau mengeluarkan atlet dari Pelatnas akan tetap didasarkan pada masukan dari tim pelatih teknik, pelatih fisik, dan tim analisis.
Tidak adanya pemain senior di Pelatnas, dilihat Taufik Hidayat, bukan menjadi masalah besar.
Regenerasi pemain tetap menjadi prioritas agar tidak terjadi stagnasi dalam pencapaian prestasi.
"Tidak ada olahraga yang instan, semua butuh waktu dan proses. Saya sendiri masuk Pelatnas tahun 1996, ikut Olimpiade pertama di tahun 2000 dan gagal, baru bisa sukses di tahun 2004. Itu butuh waktu delapan tahun," ungkapnya.
Baca Juga: Media Brasil Menghakimi Penampilan Andre saat Digeruduk Argentina 4-1
Perubahan sistem promosi degradasi ini diharapkan bisa membangun skuat yang lebih kompetitif lagi untuk jangka panjang. Meningkatkan daya saing atlet pelatnas.
"Kami mungkin belum bisa langsung melihat hasil besar di kepengurusan saat ini, tetapi yang penting adalah warisan yang kita tinggalkan untuk generasi selanjutnya," ucap Taufik Hidayat.
"Semua ini bagian dari proses panjang menuju kejayaan bulu tangkis Indonesia di kancah dunia," kata Taufik Hidayat lagi.
"Serta menjadikan pencapaian pemain non-Pelatnas sebagai motivasi untuk terus berkembang dan mencapai prestasi lebih tinggi di kancah internasional," tegasnya menambahkan.
Artikel Terkait
Komunitas Bulutangkis Terus Menyala, Patungan Bayar Pelatih hingga Bikin Koperasi
Lawan Malaysia, Tim Bulutangkis Indonesia Rombak Komposisi Pemain di Badminton Asia Mixed Team Championship 2025
PBSI : Siap Dukung Semangat Komunitas Badminton Menghidupkan Bulutangkis di Indonesia
Tim Bulutangkis Indonesia Bertolak ke All England 2025: Fajar/Rian hingga Putri KW Siap Berlaga
Tim Bulutangkis Indonesia Tiba di Birmingham, Langsung Geber Latihan untuk All England 2025