SportlinkNews - Bukan hanya tidak membawa pulang gelar, tetapi tidak ada wakil Indonesia di final Badminton Asia Championships 2025 saja sudah menjadi kegagalan bagi Indonesia yang kesekian kali sejak awal tahun ini mengikuti turnamen.
Pasalnya, beberapa target tidak tercapai terutama di turnamen-turnamen besar, seperti All England dan BAC ini khususnya.
Hal tersebut diungkapkan pengamat bulutangkis nasional, Putra Permata Tegar menilai performa para atlet utama pelatnas PBSI.
"Kalau dilihat performa pemain utama yang seharusnya menjadi andalan, seperti Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto mengecewakan, karena semua tidak bisa mencapai puncak," katanya di Jakarta, Minggu, 13 April 2025.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Persita Jegal Barito Putera, Penalti Matias Mier Berakhir Buruk
Hasil BAC ini dinilai harus bisa jadi pengingat untuk PBSI, bahwa situasi dan prestasi bulutangkis Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Apalagi akhir bulan ini ada perhelatan besar yakni Sudirman Cup, di mana Indonesia menjadi salah satu unggulan.
"Namun kalau berkaca dari hasil BAC, rasanya penampilan wakil-wakil Indonesia di awal tahun belum mencerminkan negara dengan status unggulan dua di Sudirman. Sehingga bisa dibilang urgensi untuk penentuan skuat Sudirman, karena akan menarik untuk melihat PBSI menentukan pilihan pemain yang akan tampil," ungkap Putra.
Baca Juga: Performa Jay Idzes Bersinar, Media Italia Sebut Konsistensinya Luar Biasa
Ganda putra
Sementara itu, dari evaluasi sektor ganda putra di BAC 2025, Pelatih Ganda Putra, Antonius Budi Ariantho mengakui jika hasilnya kurang memuaskan.
Pencapaian terbaik sektor ini adalah perunggu yang diraih Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang sukses mencapai babak semifinal.
"Secara keseluruhan karena dari 32 Besar sudah seimbang semua, sudah pasti akan mengurang tenaga.
"Untuk itu evaluasinya perlu penambahan power dan teknik dari sisi defensif juga harus ditingkatkan lagi, apalagi dengan laju Kok yang lambat di BAC ini," kata Anton dikutip dari PBSI.
Baca Juga: Paddy Pimblett Ungkap Alasan Konsumsi Es Krim Usai Jalani Diet Ketat Jelang UFC 314
"Leo/Bagas dan Fikri/Daniel (M Shohibul Fikri/Daniel Marthin) itu yang perlu ditambah power dan kekuatan ketahanan. Karena secara daya juang dan pola permainan sudah cukup bagus," ungkapnya lagi.
Sementara untuk ganda utama, Fajar/Rian yang sebenarnya paling berpengalaman, dia menegaskan bahwa mereka harus mengulik lebih banyak pola permainan lagi agar lebih bervariasi.
"Jangan selalu mengandalkan serangan. Harus lebih banyak variasi main pola, ini yang menjadi pekerjaan rumah saya untuk mereka," tukas Anton lagi.
Setelah ini, ada Piala Sudirman 2025. Di mana pada kejuaraan beregu campuran, ganda putra ini selalu jadi kuncian untuk mendulang poin.
Baca Juga: Jelang Lawan Korea Utara, Timnas U17 Indonesia Matangkan Mental, Fisik, dan Strategi
Untuk itu, dengan waktu persiapan yang terbatas, hanya 10 hari menuju Sudirman Cup, Anton memastikan seluruh tim pelatih bekerja keras memperbaiki kekurangan yang ada.
"Waktu memang mepet, tapi ini harus dimaksimalkan. Kita fokus perbaiki apa yang kurang agar bisa tampil optimal di Sudirman Cup," tutupnya.
Dibandingkan sektor lainnya, ganda putra menjadi salah satu sektor yang memiliki banyak pilihan pemain untuk diturunkan di Piala Sudirman 2025, 27 April - 4 April mendatang di Xiamen, Cina.
Artikel Terkait
Badminton Asia Championships 2025: Jonatan Kandas, Gelar Juara Bertahan Melayang
Tiga Ganda Indonesia Rontok di Perempat Final Badminton Asia Championship 2025
Kesalahan di Akhir Gim Kedua Jadi Titik Balik Kekalahan Jafar/Felish di Semifinal Badminton Asia Championships 2025
Duet Leo/Bagas Akui Ketangguhan Ganda Putra China di Semifinal Badminton Asia Championship 2025
Indonesia Pulang Tanpa Gelar dari Badminton Asia Championships 2025, tapi Jafar/Felisha Curi Perhatian