Kenangan Buruk Park Joo Bong di Semifinal Piala Sudirman 2023, Mampukah Dia Membalasnya?

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Sabtu, 26 April 2025 | 15:10 WIB
Park Joo Bong saat menjadi pelatih tim Jepang (BWF)
Park Joo Bong saat menjadi pelatih tim Jepang (BWF)

Kekalahan tersebut memiliki dampak lainnya, Jepang kehabisan tenaga di ajang besar berikutnya, gagal memenangkan medali di Piala Thomas dan membawa pulang perunggu di Piala Uber.

Ada hasil yang lumayan di Kejuaraan Dunia 2023 dan Olimpiade Paris 2024. Setelah itu, Park pun berniat pensiun setelah mengabdi di Jepang selama dua dekade.

Saat ia mempertimbangkan untuk pensiun, ia mengaku agak terkejut saat mendapat panggilan dari negaranya.

Baca Juga: Head to Head Persib vs PSS Sleman, Maung Bandung Masih Menang Banyak

“Ini kesempatan terakhir saya untuk melatih tim Korea,” kata Park, yang diangkat sebagai pelatih kepala Korea.

“Itu selalu ada di hati saya; saya ingin menjadi pelatih kepala Korea suatu hari nanti."

"Jadi jika itu tidak terjadi, saya akan pensiun. Saya tidak punya ekspektasi. Itu terjadi di menit-menit terakhir, dan saya menerima posisi itu," katanya.

Baca Juga: Pieter Huistra: PSS Ingin Keluar dari Zona Degradasi, Menang Atas Persib adalah Kesempatan untuk Itu

Kontraknya berlaku selama dua tahun. Tujuan langsungnya di Xiamen adalah membawa Korea meraih gelar juara Piala Sudirman.

“Targetnya adalah menjadi juara. Ada beberapa masalah cedera. An Se Young telah pulih, dan Seo serta Kim bermain di banyak turnamen."

"Mereka tidak mendapatkan hasil yang baik di Kejuaraan Asia, jadi itu tergantung pada kondisi pemain, dan seberapa besar semangat juang yang mereka tunjukkan.”

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Final Copa del Rey Barcelona vs Real Madrid Dibayangi Kontroversi Wasit

Kini Park Joo Bong memiliki asa baru untuk membawa Korea meraih gelar juara – yang akan menjadi gelar Piala Sudirman pertamanya sebagai pelatih.

Dia mengingat tugas singkat sebagai pelatih di negara asalnya, di mana dia membantu mereka mencapai final antar-Korea di Olimpiade.

“Sebagai pemain, saya memenangkan gelar juara dua kali. Setelah Olimpiade 1992 saya pensiun tetapi mereka memanggil saya kembali."

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: bwfbadminton.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X