Ia juga mengakui bahwa penampilannya menurun pada dua gim terakhir dan gagal mengimbangi tempo permainan Antonsen.
Baca Juga: PSM Dapat Angin Segar, Yuran Fernandes Dapat Pengurangan Sanksi
“Saya tidak bermain bagus hari ini dan lawan terlalu cepat membuka jarak skor,” imbuhnya.
Kendati gagal mencapai final, Lu tetap mengambil sisi positif dari turnamen ini.
Ia menganggap hasil semifinal di Thailand sebagai pencapaian yang menggembirakan, terutama mengingat ia baru saja pulih dari cedera.
Sebelumnya, Lu harus mundur saat final Kejuaraan Asia 2025 melawan wakil tuan rumah, Kunlavut Vitidsarn, karena mengalami gangguan fisik.
Kini, Lu ingin menjadikan pengalaman di Thailand Open sebagai bekal untuk memperbaiki kekurangan yang masih ada dalam dirinya.
“Melalui turnamen ini, saya bisa menguji hasil latihan saya dan menemukan titik lemah yang harus segera saya perbaiki,” ucapnya.
Baca Juga: Duel Borneo FC vs Persebaya Bakal Berlangsung Sengit Demi Merebut Posisi Klasemen Liga 1
“Saya berharap bisa terus berkembang secara bertahap lewat rangkaian turnamen dan latihan yang saya jalani,” tambah peraih medali perak Kejuaraan Asia 2025 tersebut.
Di Thailand Open 2025, Lu menjadi satu-satunya tunggal putra China yang mampu melaju hingga semifinal.
Tiga wakil lainnya, Lei Lan Xi, Wang Zheng Xing, dan Weng Hong Yang, tereliminasi lebih awal.
Baca Juga: Siapa MVP NBA 2024/25, Shai Gilgeous-Alexander atau Nikola Jokic?
Dua pemain andalan China, Shi Yu Qi dan Li Shi Feng, memang tidak turun bertanding dalam turnamen ini karena tengah diistirahatkan.
Artikel Terkait
Barcelona Pamerkan Tiga Trofi yang Diraihnya di Spotify Camp Nou
Kemenangan Crystal Palace Berbau Kontoversi, Kiper Dean Henderson Lolos dari Kartu Merah
Fakta Menarik Laga Bali United FC vs Madura United FC di Pekan ke-33 Liga 1 2024/2025
Skuat Timnas Indonesia: Ada Kiper Baru dari PSM Makassar dan Kembalinya Stefano Lilipaly
Kerja Keras PSS Sleman Tumbangkan Persija, Ini Fakta Menarik di Maguwoharjo