SportlinkNews - Turnamen Thailand Open 2025 membawa dampak besar terhadap pergerakan peringkat dunia sektor ganda putra.
Dalam pembaruan ranking BWF terbaru, Selasa (20/5/2025), terjadi pergeseran signifikan di papan atas.
Pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, masih mempertahankan posisi teratas.
Baca Juga: Duel Hidup Mati Tiga Tim Liga 1 Demi Lolos dari Jeratan Degradasi
Di belakang mereka, pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, naik ke urutan kedua.
Pencapaian itu memperkuat dominasi Asia dan Eropa di posisi elite dunia.
Sementara itu, rekan senegara mereka, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, berhasil menempati posisi ketiga dunia setelah tampil sebagai juara di ajang Thailand Open 2025.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-34 Liga 1 2024/2025, Laga Pamungkas Penentu Klasemen
Kemenangan ini membuat anak asuh pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), menggeser dua pasangan kuat dunia, yakni Liang Wei Keng/Wang Chang (China) dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia).
Fajar/Rian yang sebelumnya bertengger di posisi keempat harus turun satu peringkat ke urutan kelima dunia.
Penurunan ini terjadi setelah mereka gagal menembus final Thailand Open 2025.
Baca Juga: Dipanggil Patrick Kluivert, Stefano Lilipaly: Untuk Timnas Indonesia Saya Selalu Siap
Langkah mereka terhenti di babak semifinal usai ditaklukkan pasangan non-unggulan asal Denmark, William Kryger Boe/Christian Faust Kjaer. Fajar/Rian kalah dua gim langsung dengan skor 13-21, 12-21.
Dengan pencapaian tersebut, Malaysia kini mencatatkan dua wakil di jajaran tiga besar ganda putra dunia, menandai kebangkitan Negeri Jiran dalam persaingan elite bulu tangkis internasional.
Artikel Terkait
Momen Mobil Scott McTominay Diserbu Fans Napoli
Conte Percaya Takhayul, Minta Fans Jangan Bawa Bendera Ini Jika Napoli Ingin Scudetto
Tawuran di SEA Games Terekspos ke Seluruh Dunia dan Transformasi Spektakuler Sepak Bola Asia Tenggara
Banyak Atlet Wanita Percaya Perbedaan dalam Perkembangan Jenis Kelamin
Media China Soroti 32 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Patrick Kluivert