SportlinkNews - Perkembangan peringkat sektor ganda putri Indonesia dalam ranking terbaru BWF pekan ke-21, Selasa (20/5/2025), menunjukkan dinamika tersendiri meskipun belum sepenuhnya menggembirakan.
Meski jarang mendapat sorotan karena pencapaian yang belum menonjol di ajang BWF World Tour, beberapa pasangan menunjukkan tanda-tanda progres.
Pasangan unggulan Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, masih menjadi yang tertinggi di antara ganda putri lainnya.
Baca Juga: PBVSI Terjunkan Dua Tim di AVC Nations Cup 2025, Megawati Masuk Daftar Timnas Indonesia
Namun, performa mereka belum mampu bersaing dengan kontestan elit 10 besar dunia.
Dalam turnamen Thailand Open 2025, pasangan yang akrab disapa Ana/Tiwi ini tak berhasil menuntaskan harapan.
Mereka yang datang dengan status unggulan kedua harus puas tersingkir di babak perempat final.
Baca Juga: Duel Hidup Mati Tiga Tim Liga 1 Demi Lolos dari Jeratan Degradasi
Penurunan performa itu berdampak langsung pada posisi mereka di ranking dunia.
Dalam pembaruan peringkat terbaru, Ana/Tiwi mengalami penurunan satu setrip, menandakan belum stabilnya prestasi mereka di level atas.
Namun, kabar baik datang dari dua pasangan ganda putri lainnya yang menunjukkan tren peningkatan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-34 Liga 1 2024/2025, Laga Pamungkas Penentu Klasemen
Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil naik tiga peringkat meski langkah mereka terhenti di babak 16 besar Thailand Open 2025.
Sebelumnya, Lanny/Fadia telah mencatatkan prestasi penting dengan meraih gelar juara di Thailand Masters 2025, menjadi gelar pertama sektor ganda putri Indonesia di ajang BWF World Tour tahun ini.
Artikel Terkait
Tawuran di SEA Games Terekspos ke Seluruh Dunia dan Transformasi Spektakuler Sepak Bola Asia Tenggara
Banyak Atlet Wanita Percaya Perbedaan dalam Perkembangan Jenis Kelamin
Nasib 3 Pemain Barcelona Diputuskan Minggu Ini, Hansi Flick Ingin Perubahan Skuat
Media China Soroti 32 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Patrick Kluivert
Bikin Marah Publik, Gelandang Naturalisasi Indonesia Dianggap Berkhayal dan Bodoh