SportlinkNews - Indonesia Open 2025 siap menyambut para pebulutangkis top dunia dengan wajah baru.
Ketua Panitia Pelaksana, Armand Darmadji, memastikan bahwa turnamen BWF World Tour Super 1000 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, 3–8 Juni mendatang ini akan tampil berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
Salah satu perubahan paling mencolok tahun ini adalah penggunaan karpet biru sebagai arena pertandingan.
Armand menyebut warna tersebut akan menjadi ciri khas baru dari Indonesia Open, sekaligus pembeda dari turnamen Super 1000 lainnya di dunia.
Baca Juga: Erick Thohir: Tak Boleh Ada Rasisme saat Indonesia vs Cina di Kualifikasi Piala Dunia 202
"Kami ingin turnamen ini jadi pengalaman berkesan, baik untuk atlet dalam dan luar negeri, maupun penonton. Karpet biru adalah bagian dari penyegaran visual dan identitas baru turnamen," ujar Armand dalam jumpa pers di Fairmont Hotel, Senayan, Senin, 2 Juni 2025.
Dari sisi persiapan teknis dan operasional, Armand menyebutkan bahwa persiapan telah mencapai 95 persen. Sementara untuk tiket, menurutnya sejauh ini baru 70 persen yang terjual.
"Sejauh ini animonya cukup tinggi. Mengapa baru 70 persen, ternyata bukan hanya di Indonesia Open, tetapi di turnamen lain memang tren menyaksikan langsung di stadion juga sedang menurun," katanya.
Baca Juga: Khamzat Chimaev Selangkah Lagi Menuju Gelar UFC, tapi Masih Dihadang 1 Masalah Besar
Untuk itu, guna memeriahkan gelaran ini, pihaknya akan menjual dengan sisa tiket yang tersedia secara langsung di lokasi pertandingan (on the spot).
"Masih tersedia sekitar 600 tiket kategori 1 dan 2 yang bisa dibeli langsung di loket saat pertandingan berlangsung. Tiket ini masuk kategori one time entry (sekali masuk), hanya bisa dibeli langsung oleh penonton dan tidak bisa diwakilkan," jelas Armand.
Tiket yang dijual di lokasi juga akan disertai dengan potongan harga khusus. Hal itu menurutnya, memberikan peluang bagi penonton untuk menyaksikan laga-laga elite dunia secara langsung di Istora dengan harga lebih terjangkau.
Artikel Terkait
Indonesia Open 2025 Jadi Turnamen Super 1000 Termurah Se-dunia
Satu Gelar di Indonesia Open 2025, Target Paling Realistis
Gregoria Mariska dan Daniel Marthin Absen di Indonesia Open 2025 karena Masalah Fisik
Ester Absen di Indonesia Open 2025, Daniel Direncanakan Kembali Bertanding
Indonesia Open 2025: Indonesia Kirimkan Wakil Terbanyak di Ganda Putri dan Campuran