Selain itu, Jafar menyoroti pentingnya peningkatan kondisi fisik agar bisa menjaga fokus dan meminimalisir kesalahan sendiri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto akan Hadir di Laga Krusial Timnas Indonesia Vs China
Kekalahan ini bukan yang pertama kali dialami Jafar/Felisha dari Midorikawa/Saito.
Sebelumnya, mereka juga tumbang dalam laga semifinal Kejuaraan Asia 2025 di Ningbo, China.
Dalam laga tersebut, Jafar/Felisha sudah unggul match point pada gim kedua, namun kembali gagal menuntaskan pertandingan.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Tidak Ada Perbedaan Fasilitas untuk Pemain Timnas Indonesia
Saat itu, setelah kalah dalam adu setting di gim kedua, mereka kehilangan fokus pada gim penentuan dan akhirnya menyerah 21-15, 21-23, 11-21.
Kekalahan berulang dari pasangan yang sama tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Jafar dan Felisha.
Mereka harus bisa belajar dari pengalaman ini agar tidak lagi terpeleset di saat-saat menentukan, terlebih di ajang sebesar Indonesia Open yang sarat dukungan suporter tuan rumah.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Disetujui Jadi Dewan Kehormatan PSSI, Bangun Sinergi PSSI dan Pemerintah
Dengan usianya yang masih muda, Jafar dan Felisha masih memiliki banyak waktu untuk berkembang.
Namun, mental bertanding dan kesiapan menghadapi tekanan tetap menjadi aspek penting jika ingin bersaing di level elite bulu tangkis dunia.
Artikel Terkait
Converse Kecam Anthony Edwards dan Adidas Setelah Thunder dari SGA Menaklukkan Timberwolves
Ilmu Olahraga, Bryson DeChambeau, dan Power Golf
Media Asing Unggulkan Timnas Indonesia Tekuk China
Patrick Kluivert Siapkan 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di SUGBK
Hasil Kongres PSSI: Perubahan Statuta PSSI, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional