Baik pasangan ganda putra maupun putri kini tergabung dalam program Road to Gold (RTG), sebuah inisiatif yang dipayungi langsung oleh Kementerian Olahraga Malaysia.
“Empat pasangan berada dalam program RTG, dan dua di antaranya kini menempati empat besar dunia,” ujar Rexy mengacu pada posisi Chia/Soh dan pasangan independen Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dalam ranking dunia.
Menurut Rexy, hasil positif dari berbagai turnamen internasional bukan hanya memberi kepercayaan diri kepada para pemain, tetapi juga memberikan tekanan kepada negara pesaing.
Ia menyebut bahwa Malaysia memulai persiapan menuju Olimpiade lebih awal dibanding negara lain, dan hal ini dapat menjadi keuntungan tersendiri.
Baca Juga: PON Bela Diri Digelar Oktober di Kudus Tanpa Biaya Pemerintah
Meski begitu, Rexy menegaskan bahwa mereka tidak boleh cepat puas.
Masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk memastikan kesiapan maksimal menjelang Olimpiade 2028.
Ia mengingatkan bahwa rasa puas berlebihan justru bisa menjadi awal dari kemunduran.
Baca Juga: Menunggu Sanksi Berakhir, Yuran Fernandes Tetap Memperkuat PSM Makassar di Liga 1 2025/26
“Kami memang puas dengan pencapaian sejauh ini, namun jalan menuju Olimpiade masih panjang."
"Jika kami tetap bekerja keras dan menjaga semangat, saya yakin dukungan dari semua pihak bisa membawa Malaysia meraih emas pertamanya di Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 ini.
Artikel Terkait
Aktor Callum Turner Membintangi Kampanye Sepatu Kets Louis Vuitton
Jelang Perhelatan Liga 1 PSSI, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Lakukan Risk Assesment Stadion Sepak Bola
Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena Dipecat dari Malut United FC, Dirk Soplanit: Kami Ingin Menyelamatkan Klub
Carlos Pena Berlabuh di Persita, Ditargetkan Bawa Pendekar Cisadane Masuk Tiga Besar Liga 1 2025/26
Jadi Incaran Klub Lain, Bernardo Tavares Dipastikan Tetap Bertahan di PSM Makassar Jelang Liga 1 2025/26