Format Skor Baru, Tantangan Indonesia Pertahankan Gelar Piala Suhandinata 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:06 WIB
Kejuaraan Dunia Beregu Campuran Junior yang memperebutkan Piala Suhandinata. (BWF)
Kejuaraan Dunia Beregu Campuran Junior yang memperebutkan Piala Suhandinata. (BWF)

SportlinkNews - Piala Suhandinata 2025 akan menjadi tantangan besar bagi tim bulu tangkis junior Indonesia.

Bukan hanya karena status juara bertahan yang melekat, tetapi juga karena Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengubah format skor menjadi relay 3x45 pada perhelatan yang akan berlangsung pada 6-11 Oktober 2025 di  Guwahati, India.

Dengan sistem baru ini, BWF menilai persaingan di level junior dunia akan semakin sengit. Mengingat sistem ini menuntut kecepatan, konsistensi, dan strategi rotasi pemain yang matang.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Persib Bandung vs Manila Digger di Kompetisi AFC Champions League Two

Format anyar ini mengubah ritme pertandingan secara signifikan. Satu laga kini terdiri dari tiga set, dengan kemenangan diraih tim yang mengamankan dua set. 

Setiap set memainkan lima gim yang mencakup seluruh nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Tiap gim dimainkan hingga 9 poin tanpa setting, sehingga total poin dalam satu set mencapai 45 poin.

Aturan ini membuat setiap poin terasa sangat berharga. Tidak ada ruang untuk start lambat atau kehilangan fokus, karena kesalahan kecil bisa berujung fatal. 

Baca Juga: Tiga Laga Penting AFC Champions League Two 2025/26 Digelar Serentak di Tiga Negara

Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan PBSI, Selasa, 12 Agustus 2025, BWF menegaskan, setiap tim wajib membawa minimal enam pemain yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri.

Serta maksimal 16 pemain dengan komposisi seimbang delapan putra dan delapan putri.

Pembatasan juga berlaku pada jumlah penampilan. Seorang pemain hanya boleh turun di maksimal tiga game dalam satu set, memaksa pelatih untuk mengatur rotasi secara cermat.

Baca Juga: Persib vs Manila Digger di AFC Champions League Two 2025/26, Pesan Bojan Hodak: Pemain Jangan Bikin Kesalahan!

Aturan ini diharapkan membuat kompetisi lebih merata dan mengurangi risiko kelelahan pemain. Durasi istirahat dalam pertandingan pun diatur ketat. 

Terdapat jeda tiga menit antar set, interval 60 detik di tengah game pada poin tertentu (5, 14, 23, 32, dan 41), serta jeda dua menit antar game.

Situasi mundurnya pemain di tengah pertandingan juga diantisipasi dengan pemberian poin otomatis kepada lawan sesuai hitungan yang berlaku.

Baca Juga: FIFA Umumkan Kabar Baik, Bintang Vietnam-Amerika Chung Nguyen Do Bisa Tampil di SEA Games 2025

"Jika Tim A unggul 18-0 di game kedua lalu salah satu pemainnya mundur di game ketiga, maka poin untuk Tim B otomatis menjadi 18-27," tulis PBSI.

Selain itu, setiap tim diperbolehkan melakukan satu kali pergantian pemain di tengah laga. Sementara untuk penentuan susunan partai, manajer tim yang memenangkan undian coin toss akan memiliki hak memilih sesuai regulasi BWF.

Indonesia yang tergabung di Grup C bersama Turki, Rumania, dan Belanda harus cepat beradaptasi. Lawan-lawan dalam grup mungkin bukan favorit, tetapi dengan sistem yang baru, kejutan bisa datang kapan saja.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X