Pengamat: Performa Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025 Belum Stabil, 80 Persen Masih Berproses

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:32 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani berpose usai memastikan medali di Kejuaraan Dunia 2025 usai tembus semifinal. Kalahkan Pusarla V. Sindhu di adidas Arena, 29 Agustus 2025. (PBSI)
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani berpose usai memastikan medali di Kejuaraan Dunia 2025 usai tembus semifinal. Kalahkan Pusarla V. Sindhu di adidas Arena, 29 Agustus 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Performa tim bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025 dinilai belum sepenuhnya stabil.

Dari 12 wakil yang tampil, pengamat bulutangkis nasional Daryadi menyebut mayoritas pemain masih dalam fase proses dan belum menunjukkan konsistensi di level tertinggi.

"80 persen pemain Indonesia yang tampil di Paris masih dalam tahap proses menuju level elite dunia," kata Daryadi.

Menurutnya, sektor ganda putra dan tunggal putra seharusnya menjadi andalan. Namun absennya duet baru Fajar Alfian/Muhammad Rian Fikri karena aturan ranking BWF membuat peluang Indonesia di ganda putra sudah diprediksi akan lebih kecil. 

Baca Juga: Dewa United Takluk 1-3 dari Persija, Jan Olde: Awal Musim Belum Konsisten

"Ganda putra itu yang paling punya peluang, selain tunggal putra lewat Jojo (Jonatan Christie). Dua sektor ini yang paling memungkinkan bersaing di level super 1000 atau kejuaraan dunia yang setara olimpiade," ujar Daryadi di Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025. 

Di ganda, performa Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana  performanya masih turun naik. Bila mereka sedang main bagus, maka semua bisa dikalahkan.

"Namun kalau mainnya biasa-biasa saja ya.., intinya belum konsisten lah mainnya," tegas Daryadi.

Daryadi menaruh harapan pada Jonatan Christie untuk bisa memberi kejutan, sayangnya ia sepertinya belum bisa menghadapi tantangan yang besar.

Baca Juga: Gagal Tundukkan Brasil, Timnas Voli Putra U21 Indonesia Berebut Posisi 19 Lawan Thailand

Nama muda Alwi Farhan menjadi sorotan positif. Meski kalah tipis dari Kunlavut, Alwi dinilai punya perkembangan pesat.

"Tadinya saya pikir dia matang 3-4 tahun lagi. Tapi dari progres setahun terakhir, bisa saja lebih cepat. 

Tinggal, menurut Daryadi, bagaimana pelatihnya mengatur turnamen untuknya yang sesuai dengan periodesasinya. Jangan sampai menurutnya, Alwi mengalami overuse karena terlalu sering ikut turnamen dan berpotensi rawan cedera. 

Tinggal jangan sampai overuse ikut terlalu banyak turnamen yang bikin rawan cedera,” jelas Daryadi. Ia juga menambahkan potensi Muhammad Ubaidillah yang mulai diberi kesempatan tampil di level tinggi.

Baca Juga: Nottingham Forest Rilis Jersey Ketiga 2025-2026, Desain Berani dan Inovatif

Di sisi lain, Anthony Sinisuka Ginting belum lepas dari cobaan. Meski performa permainan sudah membaik setelah pulih dari cedera bahu, kali ini masalah engkel kiri mengganggu langkahnya. 

"Padahal secara permainan dia sudah aman, tapi malah kena engkel. Kita belum tahu seberapa parah cederanya," ucap Daryadi.

Sementara itu, sektor tunggal putri lewat Putri Kusuma Wardani masih sulit menembus dominasi trio papan atas An Se Young, Chen Yu Fei, dan Akane Yamaguchi. 

"Sampai sekarang Putri KW belum bisa tembus. Pekerjaan rumah kita masih banyak, apalagi terakhir juara dunia kan sudah lama, 2019 lewat Hendra/Ahsan di ganda putra dan Owi/Butet di ganda campuran pada 2017,” tutur Daryadi.

Baca Juga: Pengakuan Marc Marquez: Akan Ada Pembalap yang Mengalahkannya dengan Motor yang Sama

Di sektor ganda putri, inkonsistensi masih jadi masalah utama. "Bisa menang hari ini, tapi besok kalah dari non-unggulan. Konsistensinya yang belum terjaga," katanya.

Sementara itu di ganda campuran, pasangan muda Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu dianggap punya prospek cerah, meski butuh waktu untuk matang. 

"Kuncinya ada di pemain putri. Felisa sudah punya defense kuat dan smash keras, modal besar untuk masa depan," tutur Daryadi.

"Tapi kalau berharap langsung matang tahun ini terlalu cepat. Paling tidak dua tahun lagi kalau terjaga dengan baik bisa masuk lima besar dunia," ungkapnya kemudian.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X