Gagal Tundukkan Brasil, Timnas Voli Putra U21 Indonesia Berebut Posisi 19 Lawan Thailand

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:35 WIB
Timnas Voli Putra U21 yang berlaga di Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 FIVB 2025, di Jiangmen, China.  (FIVB)
Timnas Voli Putra U21 yang berlaga di Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 FIVB 2025, di Jiangmen, China. (FIVB)

SportlinkNews - Timnas Voli Putra U21 Indonesia kembali gagal mencatatkan kemenangan di ajang Kejuaraan Dunia Voli Putra U21 FIVB 2025 setelah takluk dari Brasil.

Bermain di Jiangmen, China, Jumat, 29 Agustus 2025, Indonesia kandas dengan skor 1-3 (20-25, 27-25, 19-25, 22-25) pada laga playoff perebutan posisi 17-20.

Meski sempat memberikan perlawanan ketat dan mencuri set kedua, skuad Garuda Muda masih kesulitan menandingi ketangguhan lawan, terutama dalam duel blok dan serangan cepat di tengah.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Voli Putra U21: Evaluasi Berbuah Manis, Timnas Voli U21 Indonesia Libas Puerto Riko 3-0

Hasil ini membuat Indonesia harus memainkan laga penentuan perebutan peringkat 19 melawan Thailand pada Sabtu, 30 Agustus.

Thailand sendiri sebelumnya juga menelan kekalahan tipis dari Kanada 2-3 (25-18, 20-25, 23-25, 25-22, 13-15) di partai playoff 17-20 lainnya.

Asisten pelatih Timnas U-21, Nur Widayanto, menilai kekalahan ini lebih disebabkan oleh kurang variatifnya pola serangan yang diterapkan anak asuhnya.

"Saat serangan, sebenarnya servis pemain Brasil tidak terlalu menyulitkan. Mereka bermain aman dengan mengandalkan blok dan pertahanan. Namun serangan kita kurang variatif sehingga mudah terbaca," ungkap Nur usai pertandingan.

Baca Juga: Fabio Quartararo Tegaskan Yamaha Butuh Pengalaman Jack Miller untuk Proyek Mesin V4

Selain itu, ia menyoroti lemahnya antisipasi blok Indonesia terhadap serangan lawan, khususnya dari posisi open hitter dan opposite.

"Blok kita di posisi 4 dan 2 masih kurang sabar menunggu timing spike lawan. Akibatnya, banyak bola yang lolos di atas blok dan jatuh di area kosong," tambah Nur Widayanto.

Faktor lain yang dianggap menjadi pembeda adalah dominasi middle blocker Brasil di posisi 3. Dengan jangkauan yang tinggi, serangan tersebut menjadi senjata utama yang sulit dihentikan Indonesia.

"Middle blocker kita kesulitan membendung serangan mereka di tengah. Itu salah satu senjata mematikan Brasil tadi," jelasnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBVSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X