“Lawan saya dalam kondisi sangat prima, sedangkan saya sudah kelelahan sejak pertandingan sebelumnya."
Baca Juga: Pertandingan Ditunda, Bojan Hodak Gelar Internal Game Bagi Skuat Persib
"Meski tertinggal, saya berusaha tenang hingga akhirnya bisa menang,” ujar Shi, dikutip dari Aiyuke.
Bagi Lai sendiri, kemenangan paling berkesan datang saat menundukkan Loh Kean Yew di perempat final.
“Luar biasa. Saya masih terkejut, sangat bahagia, dan berterima kasih kepada para pendukung, pelatih, dan keluarga saya,” katanya dalam wawancara dengan BWF Badminton.
Baca Juga: Cody Gakpo Kembali Memperpanjang Kontraknya di Liverpool untuk Durasi 2,5 Tahun
Ia menambahkan bahwa tampil tanpa beban sebagai pemain non-unggulan memberinya kepercayaan diri ekstra untuk melawan para pemain top dunia.
Sejarah pun tercipta. Lai kini tercatat sebagai satu-satunya pemain non-unggulan yang berhasil naik podium Kejuaraan Dunia 2025.
Tiga semifinalis lainnya, termasuk Shi Yu Qi, Anders Antonsen asal Denmark, dan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, seluruhnya merupakan pemain unggulan.
Kunlavut sendiri, juara bertahan sekaligus unggulan tiga, sukses memastikan tiket final untuk menghadapi Shi.
Capaian Lai tidak hanya membanggakan dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam sejarah bulu tangkis Kanada.
Dengan usia yang masih muda, prestasi ini diyakini bisa menjadi titik awal lahirnya tradisi baru bulu tangkis Kanada di kancah internasional.
Artikel Terkait
Real Madrid Berhasil Membalikkan Keadaan setelah 3 Gol Dianulir VAR
Alejandro Garnacho Tinggalkan Manchester United, Kini Resmi Berseragam Chelsea
Xabi Alonso: Jeda Internasional Bisa Mengisi Ulang Baterai Real Madrid
Luke Rockhold Butuh Oksigen Usai Dihajar KO Darren Till
Ronaldo Cetak Rekor Super yang Sangat Sulit Dipecahkan