Asa Indonesia Pupus di Tunggal Putra dan Ganda Campuran China Masters 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 18 September 2025 | 19:42 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie usai kandas di babak kedua China Masters 2025, Shenzhen, Cina, 18 September 2025. (PBSI)
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie usai kandas di babak kedua China Masters 2025, Shenzhen, Cina, 18 September 2025. (PBSI)

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengakui bila lawan tampil lebih enjoy, sementara dirinya masih perlu evaluasi untuk bisa lebih stabil di poin-poin krusial.

Nasib serupa juga dialami dua pasangan ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Jafar/Felisha dipaksa menyerah oleh unggulan ketiga asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, 13-21, 21-13, 16-21, sementara Amri/Nita dihadang unggulan ketujuh, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dari China dengan skor akhir 18-21, 7-21. 

Baca Juga: Rangkap Jabatan Menpora dan Ketum PSSI, Erick Thohir Tunggu Keputusan FIFA

Felisha menilai mereka masih kalah dalam hal konsistensi dan mental di bawah tekanan. Secara permainan, ia tidak melihat ada perubahan signifikan lawan dari pertemuan terakhir. 

"Kami harus banyak belajar. Lawan selalu stabil, sementara kami masih jauh dari mereka," imbuhnya. 

"Khususnya cara mengatasi tekanan dalam permainan juga kami harus terus belajar. Kami mau menembus top ranking seperti mereka jadi harus bisa," tambah Felisha. 

Baca Juga: Dewa United Banten FC Kenalkan Pemain Brasil untuk Super League 2025/26 Jebolan Liga Bulgaria

Jafar menambahkan start buruk di gim pertama serta keragu-raguan dalam mengeksekusi pola permainan menjadi faktor kekalahan. Ia juga sempat merasakan nyeri pada pergelangan kaki kiri di pertengahan laga.

Sementara itu, Amri mengungkapkan permainan no lob mereka sempat berjalan efektif di gim pertama. Namun kesalahan sendiri di poin kritis membuat mereka kehilangan momentum. 

"Saat 18-18 kami malah bikin tiga kesalahan beruntun," katanya. 

Nita menambahkan, lawan tampil lebih rapat dalam bertahan sehingga sulit ditembus. "Berbeda dengan saat kami menang di Thailand Open lalu. Kami jadi ragu-ragu, mau bertahan atau menyerang," jelasnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X